Pramono minta BUMD DKI tingkatkan daya saing

6 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) meningkatkan daya saing sehingga tidak hanya dominan di pasar domestik.

Untuk itu, dia menginginkan entitas usaha milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai berani melakukan ekspansi ke level yang lebih luas.

"Tidak menjadi pemain lokal, tapi bertarung keluar, di antaranya, misalnya Bank Jakarta, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan yang lain-lain, dan saya yakin itu akan bisa memberikan manfaat juga bagi Jakarta," kata Pramono dalam acara BUMD Leaders Forum 26 "Synergy For Resilience" bertajuk Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City, di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4).

Di tengah ambisi penguatan peran sebagai pilar ekonomi Jakarta Global City, dia juga mengingatkan perihal tantangan eksternal yang nyata.

Dia pun menyoroti kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu serta ancaman fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada periode April hingga September 2026.

"Maka saya minta juga mereka harus mempersiapkan diri. Dengan demikian, mudah-mudahan konsolidasi BUMD membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional," ungkap Pramono.

Dalam sambutannya, dia optimistis pengelolaan yang profesional dapat membuat BUMD Jakarta jauh lebih tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi pada masa mendatang.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengatakan forum tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan pada Desember 2025 lalu.

BUMD Leaders 2026 mengangkat tiga topik diskusi strategis. Pertama, yaitu akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing dan sinergi pembiayaan.

“Untuk Triwulan I tahun 2026, Alhamdulillah, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yaitu PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Tjipinang," tutur Syaefuloh.

Topik kedua, yakni optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis, dengan pokok hasil diskusi, di antaranya penjaminan proyek BUMD oleh PT Jamkrida Jakarta dan optimalisasi penjaminan kredit Bank Jakarta melalui PT Jamkrida Jakarta.

Kemudian, topik ketiga, yaitu peningkatan produktivitas aset strategis sebagai investment driver dan new revenue stream generator, di antaranya untuk pengembangan properti hotel, hunian mix-used, park and ride, serta pengembangan infrastruktur, seperti pengolahan air limbah, distribusi dan pengolahan pangan.

Baca juga: Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum

Baca juga: Pramono dorong BUMD DKI lakukan program bedah rumah

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |