Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.
Peninjauan tersebut dilakukan di sela peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dipusatkan di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan melalui siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo memasuki sebuah aula besar, yang di dalamnya terdapat para siswa yang telah duduk rapi saling berhadapan di sejumlah meja.
Di hadapan para siswa itu tersaji menu MBG lengkap dengan susu kemasan dan air mineral.
Presiden tampak berkeliling aula untuk melihat secara langsung para siswa yang mulai menyantap makanan tersebut.
Dalam peninjauan itu, Kepala Negara juga terlihat berinteraksi dengan para siswa dengan suasana yang hangat.
Usai meninjau pelaksanaan MBG, Presiden berbincang dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengenai pelaksanaan program tersebut.
Baca juga: Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo cek langsung fasilitas siswa
Sebelumnya, Presiden juga meninjau sejumlah ruang kelas dan fasilitas di sekolah tersebut serta menyaksikan pertunjukan seni dan kegiatan senam yang ditampilkan oleh para siswa.
Dalam rangkaian kunjungan itu, Presiden turut menyempatkan diri menandatangani buku dan berfoto bersama para siswa dan orang tua.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan itu sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Baca juga: Mensos: Sekolah Rakyat jadi model pengentasan kemiskinan terpadu
Kementerian Sosial menggelar peluncuran Sekolah Rakyat pada 12 Januari 2026 yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru. Rangkaian kegiatan itu juga dihadiri ribuan orang siswa Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan.
Peluncuran tersebut menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik di berbagai daerah, yang menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan nasional melalui pendekatan pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat rintisan itu tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara tujuh lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku tujuh lokasi, dan Papua enam lokasi.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat yang didukung teknologi digital, dan pemerintah menargetkan pembukaan hingga 500 titik Sekolah Rakyat pada 2029 guna meningkatkan daya tampung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat perekonomian terendah sesuai Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca juga: Teater siswa meriahkan peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































