Prabowo: RI-AS capai kesepakatan solid

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan yang solid setelah negosiasi dalam beberapa bulan terakhir sebelum penandatanganan perjanjian tarif resiprokal atau timbal balik yang dijadwalkan pada Kamis waktu setempat.

Saat menghadiri santap malam gala bisnis berbuka puasa, di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu malam waktu setempat (18/2), dia menjelaskan kehadirannya untuk menyelesaikan perjanjian dagang yang dinilai penting dan besar untuk kedua negara.

"Kami telah bernegosiasi dengan sangat intens selama beberapa bulan terakhir dan saya rasa kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu," kata dia, dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia berharap perjanjian perdagangan yang akan ditandatangani itu dapat menjadi dorongan besar bagi kemitraan dan kerja sama ekonomi AS-Indonesia secara berkelanjutan.

Selain perjanjian tarif timbal balik "Agreement on Reciprocal Tariff (ART)", dia memaparkan, Indonesia dan AS telah menandatangani sejumlah perjanjian penting, baik antarlembaga pemerintah maupun antarperusahaan.

"Perjanjian itu di antaranya adalah perjanjian implementasi sebagai tindak lanjut dari poin-poin utama yang telah disepakati antara Indonesia dan AS mengenai keseimbangan perdagangan antara kedua negara," kata dia.

Sebagai informasi, dia melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat untuk menghadiri tiga agenda.

Agenda pertama, yaitu pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu (18/2), kemudian KTT perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza pada Kamis (19/2).

Selanjutnya, dia akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, salah satunya untuk menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART), yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025.

Dalam perjanjian ini, Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, memperkuat kerja sama bidang perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.

Amerika Serikat berkomitmen memberi pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, di antaranya minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas strategis lainnya.

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |