Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Akbar Himawan Buchari mengatakan, langkah Presiden RI Prabowo Subianto menaikkan porsi atau batas investasi saham dana pensiun (dapen) dan perusahaan asuransi merupakan respons berani dan strategis menghadapi gejolak pasar modal.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk mendorong pendalaman pasar modal setelah beberapa gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi akibat kekhawatiran investor terkait transparansi dan risiko penurunan indeks pasar.
“Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menaikkan porsi investasi dana pensiun dan asuransi dari 8 persen menjadi 20 persen dari modal yang tersedia, di tengah tekanan yang dialami pasar saham dan upaya untuk memperbaiki likuiditas serta kepercayaan investor domestik,” kata Akbar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, kebijakan ini tak hanya memberikan ruang lebih besar bagi institusi besar untuk berkontribusi terhadap pasar saham, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi dunia usaha bahwa pemerintah serius dalam memperkuat fundamental pasar modal Indonesia.
Baca juga: Batas investasi saham dapen-asuransi naik ke 20 persen, fokus di LQ45
Lebih lanjut, keputusan ini dianggap menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menguatkan struktur pasar modal, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi penguatan ekonomi domestik melalui peran serta investor institusional.
Akbar juga menekankan bahwa kebijakan tersebut selaras dengan upaya meningkatkan partisipasi modal domestik, yang diharapkan dapat merangsang aliran investasi jangka panjang dan menambah stabilitas pasar di saat ketidakpastian global masih membayangi.
Sebagai penegasan, kebijakan baru ini dinilai dapat menjadi momentum penting bagi pemulihan kepercayaan investor dari kalangan institusi maupun investor ritel, serta memperkuat peran pasar modal sebagai instrumen pembangunan ekonomi nasional.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan asosiasi dapen ajak investor beli saham
“Kami di HIPMI melihat bahwa langkah ini tidak hanya relevan secara teknis, namun juga memberi kepercayaan bagi pelaku usaha, terutama generasi muda pengusaha, bahwa pemerintah memprioritaskan iklim investasi yang produktif dan inklusif,” ucapnya.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































