Polri bersihkan sisa lumpur SMAN 1 Baktiya demi pemulihan pascabanjir

1 week ago 10

Aceh Utara, Aceh (ANTARA) - Kepolisian Republik Indonesia melalui Satuan Brimob Polda Aceh melakukan pembersihan sisa lumpur di SMAN 1 Baktiya di Kabupaten Aceh Utara, guna mendukung percepatan pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana banjir.

Pasiops Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh AKP Tomi Samsudin Siregar mengatakan sasaran pembersihan yang dilakukan pihaknya menyasar ruang-ruang kelas dan mushola yang masih dipenuhi endapan lumpur.

"Untuk saat sekarang ini kita sedang berada di SMA 1 Baktiya melaksanakan pembersihan. Untuk pembersihan yang kita laksanakan adalah ruangan-ruangan kelas dan mushalla," kata Tomi ditemui ANTARA di Aceh Utara, Rabu.

Tomi menyampaikan, kegiatan pembersihan telah dimulai sejak Minggu, 25 Januari 2026, dan ditargetkan rampung pada 31 Januari 2026, sehingga sekolah dapat segera difungsikan kembali.

Selain membersihkan ruang kelas, personel Brimob juga menyasar area mushola sekolah yang terdampak lumpur cukup tebal akibat banjir, demi menunjang kenyamanan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.

Pasiops Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh AKP Tomi Samsudin Siregar menjawab pertanyaan ANTARA ditemui di sela pembersihan sisa lumpur di SMAN 1 Baktiya di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Harianto

Dalam kegiatan tersebut, Brimob Polda Aceh turut berkolaborasi dengan pihak BUMN, yakni PT PP, guna mempercepat proses pembersihan di lingkungan sekolah.

Tomi mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah keterbatasan sarana air bersih, karena tidak semua sekolah memiliki akses air yang memadai pascabanjir.

Adapun pembersihan dilakukan setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB dengan pengerahan total 95 personel Brimob yang disebar di sejumlah lokasi terdampak.

Khusus di SMAN 1, sebanyak 50 personel Brimob diterjunkan untuk memastikan proses pembersihan berjalan maksimal dan ruang belajar dapat segera digunakan kembali.

Ia menegaskan, kehadiran Polri melalui Satuan Brimob Polda Aceh merupakan bentuk komitmen membantu masyarakat terdampak bencana, terutama memastikan anak-anak dapat kembali belajar secara normal.

Kepala SMA Negeri 1 Baktiya, Marzuki Hasan menjawab pertanyaan ANTARA ditemui di sela pembersihan sisa lumpur di sekolah itu di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Harianto

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Baktiya, Marzuki Hasan mengatakan proses belajar mengajar telah kembali dimulai sejak 5 Januari 2026 sesuai instruksi Dinas Pendidikan Aceh, namun berlangsung secara terbatas.

Ia menjelaskan, banjir merendam lingkungan sekolah hingga hampir mencapai atap bangunan dengan ketinggian air sekitar tiga meter selama lima hari, sehingga seluruh fasilitas, perabot, dan sarana pendidikan mengalami kerusakan berat.

Dalam situasi tersebut, sekolah memprioritaskan pemulihan psikologis siswa melalui kegiatan trauma healing pada pekan awal pembelajaran, mengingat hampir seluruh warga sekolah terdampak langsung banjir besar yang melanda Kecamatan Baktiya.

Ia menyebutkan SMAN 1 Baktiya saat ini memiliki total 318 siswa dari seluruh jenjang kelas. Namun kehadiran siswa tidak dipaksakan, sehingga sebagian siswa masuk secara bergiliran menyesuaikan kondisi masing-masing keluarga.

Untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran, pihaknya mengoperasikan tiga ruang kelas darurat dan menerapkan sistem klasikal, sambil menunggu kesiapan sarana belajar sementara yang lebih memadai.

Marzuki mengapresiasi keterlibatan dalam pembersihan sekolah yang melibatkan semua pihak mulai guru, prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD), personel Satuan Brimob Polda Aceh, BUMN, serta relawan masyarakat.

Ia berharap kolaborasi tersebut mempercepat pemulihan pendidikan di SMAN 1 Baktiya pascabanjir.

"PT PP, Brimob, Zipur 6 juga membantu kita semua. Mudah-mudahan bisa lebih sukses, lebih bersih, artinya kondisi sekolah lebih cepat pulih, dari pada kami yang kerja, tidak mampu," katanya.

Personel Satuan Brimob Polda Aceh melakukan pembersihan sisa lumpur di SMAN 1 Baktiya di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Harianto

Baca juga: MBG di Gayo Lues dibagikan langsung kepada siswa di pengungsian

Baca juga: Kodam I/BB pulihkan aktivitas belajar SDN di desa Tapanuli Selatan

Baca juga: Agam optimalkan gotong royong bersihkan sisa banjir jelang ramadhan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |