Politik kemarin, ratas hunian bencana Aceh hingga pos kesehatan TNI

1 month ago 26
"Telah hadir 10 menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, serta 15 Direktur Utama BUMN, dalam rangka meninjau 600 hunian rumah dari 15 ribu yang rencana akan dibangun Danantara,"

Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa politik kemarin (1/1) menjadi sorotan, mulai dari Seskab buka ratas bersama Presiden bahas 600 hunian untuk korban Aceh hingga Menhan cek pos kesehatan TNI di area bencana sebagai misi kemanusiaan.

Berikut rangkuman ANTARA untuk berita politik kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:

1. Seskab buka ratas bersama Presiden bahas 600 hunian untuk korban Aceh

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, untuk membahas pembangunan 600 hunian oleh Danantara bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

Berdasarkan pantauan melalui siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, Teddy mengatakan bahwa rapat ini digelar sebagai bagian dari peninjauan rencana pembangunan total 15 ribu rumah hunian Danantara (Huntara) yang dibangun BPI Danantara Indonesia.

"Telah hadir 10 menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, serta 15 Direktur Utama BUMN, dalam rangka meninjau 600 hunian rumah dari 15 ribu yang rencana akan dibangun Danantara," kata Teddy.

Baca selengkapnya di sini


2. OSO soroti empati Presiden Prabowo dampingi korban bencana Sumatera

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) menyoroti empati Presiden Prabowo Subianto yang merayakan Tahun Baru bersama para pengungsi di Posko Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

"Ini adalah satu kebijaksanaan mengenai Presiden berada di tempat musibah. Itu adalah tentu sesuatu yang baik, sesuatu yang mengingatkan bahwa Ia berada di tempat dan di saat yang tepat," kata OSO di Jakarta, Kamis.

OSO menyebut tidak semua pemimpin punya keberanian dan kepedulian untuk hadir langsung ke lokasi bencana dan duduk bersama dengan masyarakat terdampak.

Baca selengkapnya di sini


3. Tito minta kepala daerah Aceh percepat pengumpulan data untuk hunian

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta para kepala daerah di Aceh mempercepat pengumpulan dan penyampaian data rumah terdampak bencana sebagai dasar penyaluran bantuan hunian dan pemulihan masyarakat.

Hal itu dikatakannya dalam rapat koordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri terkait, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

"Yang dari Aceh mohon kalau bisa lebih cepat lagi karena jangan sampai masyarakat menyalahkan pemerintah karena tidak cepat. Padahal pemerintah menunggu data itu. Oleh karena itu data ini kuncinya itu pertama kali adalah dari para bupati dan walikota," kata dia.

Baca selengkapnya di sini


4. Prabowo: Bantuan bencana harus transparan dan tanpa kepentingan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera, namun harus melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan tanpa kepentingan apapun.

Dalam rapat terbatas terkait progres pembangunan 600 hunian dipantau melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis, Prabowo mengatakan setiap bentuk sumbangan dari masyarakat, komunitas, maupun diaspora daerah harus terlebih dahulu kepada pemerintah agar dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran.

"Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas ya, tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silahkan, monggo. Bikin surat, saya menyumbang ini, nanti kita laporkan ke pemerintah pusat. Nanti kita yang akan salurkan kalau memang dia membantu," ujar Prabowo.

Baca selengkapnya di sini

5. Menhan cek pos kesehatan TNI di area bencana sebagai misi kemanusiaan

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Posko Kesehatan Kodam I Bukit Barisan di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang dijalankan sebagai misi kemanusiaan.

Dalam kunjungan Menhan itu, Kapten CKM Alfian dari Kesdam I Bukit Barisan menjelaskan bahwa tim medis telah bertugas sejak hari pertama bencana, selama 36 hari, dan menangani sekitar 2.300 pasien. Kasus terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta infeksi kulit.

"Juga perawat dan juga paramedis yang lain untuk standby di Posko Batu Gula ini,” ujarnya," kata Alfian dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca selengkapnya di sini

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |