Polisi: keberhasilan Operasi Keselamatan Jaya bukan dari penindakan

2 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menyebutkan tolak ukur keberhasilan pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya bukan dilihat dari banyaknya jumlah penindakan yang dilakukan.

"Tapi, seberapa banyak kita bersama dengan masyarakat mampu mencegah terjadinya pelanggaran dan juga korban yang diakibatkan dari kecelakaan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin di Jakarta, Senin.

Dia juga mengatakan pelaksanaan operasi tersebut menyasar pada ruas-ruas jalan yang kerap ditemukan para pengendara yang melawan arus.

"Biasanya ada di putaran-putaran, kemudian ada di persimpangan-persimpangan di ruas jalan yang memang biasanya pengendaranya mengambil lajur sebelah kanan, sementara lajur sebelah kanan itu digunakan untuk kendaraan lawan arah," ujar Komarudin.

Dalam pelaksanaan operasi itu, kata dia, dilibatkan pula instansi terkait lainnya, yaitu Polisi Militer TNI untuk bersama-sama melakukan upaya, mulai dari preemptive, preventive, sampai dengan penegakan hukum.

"Nanti, kita akan bersama-sama turun ke lapangan untuk memetakan atau mendeteksi penggunaan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) kepemilikan kendaraan TNI," tutur Komarudin.

Baca juga: Ini sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026

Dia menambahkan konsep Operasi Keselamatan Jaya tahun ini, yaitu melaksanakan kegiatan dengan preemtif (edukasi) sebanyak 40 persen, preventif (pencegahan) sebanyak 40 persen dan sisanya berupa penegakan hukum.

Pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan, sambung dia, langsung dilakukan dengan tilang manual.

"Termasuk juga pelanggaran-pelanggaran yang memang ditemukan kasat mata dan berpotensi mengancam keselamatan orang, kita tidak melakukan imbauan lagi, kita tidak melakukan teguran simpatik lagi, tapi langsung kita akan berikan tindakan dengan tilang manual," ungkap Komarudin.

Polda Metro Jaya menegaskan Operasi Keselamatan Jaya 2026 yang digelar menjelang bulan suci Ramadhan bukan merupakan ajang untuk mencari-cari kesalahan para pengguna jalan.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono saat memimpin Apel Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

"Operasi ini tidak dimaksudkan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama," tegas Dekananto.

Baca juga: Polisi tegaskan Operasi Keselamatan Jaya bukan ajang cari kesalahan

Baca juga: 29.072 pelanggar terjaring Operasi Keselamatan Jaya 2025

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |