Banda Aceh (ANTARA) - Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh mengerahkan alat berat ekskavator bantuan Mabes Polri untuk membersihkan bahu jalan guna mempercepat pemulihan akses di wilayah terdampak bencana.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Selasa, mengatakan alat berat Polri tersebut dikerahkan untuk membersihkan bahu jalan di Dusun Bidari, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Baca juga: TNI kebut perbaikan jembatan di wilayah terdampak bencana Aceh
"Pengerahan alat berat tersebut dilakukan sebagai upaya penanganan dampak setelah banjir yang menyebabkan bahu jalan dipenuhi rumput liar dan material endapan banjir," kata Joko Krisdiyanto.
Selain bahu jalan, kata Joko Krisdiyanto, alat berat juga membersihkan drainase atau saluran di pinggir jalan agar aliran air menjadi lancar dan tidak meluap, sehingga genangan air di kawasan tersebut bisa dicegah.
Perwira menengah Polda Aceh itu menyebut selama ini bahu jalan dan drainase tertutup material banjir lumpur. Pembersihan tersebut untuk memastikan akses ke wilayah tersebut kembali lancar setelah bencana.
"Selain personel Polri, pembersihan bahu jalan tersebut juga melibatkan jajaran instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat. Kerja sama ini mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara," katanya.
Baca juga: Progres pesat pembangunan jembatan, akses warga Aceh segera pulih
Baca juga: 155.193 jiwa terdampak bencana Aceh masih bertahan di pengungsian
Joko Krisdiyanto menegaskan kehadiran Polri bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam meringankan beban dan mempercepat pemulihan pendidikan yang terdampak bencana secara berkelanjutan.
"Polda Aceh berkomitmen untuk terus hadir membantu pemulihan pendidikan setelah bencana, dan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan Polri kepada masyarakat," kata Joko Krisdiyanto.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































