Medan (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus melayani ratusan warga pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
"Sebanyak 370 warga Dusun Cemara, Desa Bandar Tarutung, Tapanuli Selatan, menerima layanan kemanusiaan terpadu dari PMI," ucap Kordinator Lapangan PMI Sumut Ade Yudiansyah di Medan, Jumat.
Ia menjelaskan, bahwa berbagai layanan langsung diberikan langsung oleh PMI Sumut di lokasi, di antaranya pelayanan kesehatan gratis.
Kemudian, pelayanan dukungan psikososial, promosi kebersihan dan kesehatan, distribusi alat kebersihan, distribusi air bersih hingga pembagian dignity kit bagi perempuan dan kelompok rentan.
"Sejak pagi hari kami di PMI sudah melayani warga yang datang silih berganti untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka," tutur Ade.
Adapun keluhan penyakit masyarakat Tapanuli Selatan, seperti kulit, batuk, demam, dan kelelahan merupakan dampak paling banyak dirasakan pascabencana banjir.
"Untuk anak-anak mengikuti kegiatan dukungan psikososial melalui permainan, dan edukasi untuk membantu mereka mengurangi trauma," jelasnya.
Baca juga: Pemprov Sumut terima bantuan kemanusiaan dari Kaltim Rp600 juta
Ade juga menegaskan, berbagai layanan tersebut merupakan upaya PMI Sumut untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
"PMI hadir memastikan warga tetap sehat, memiliki akses air bersih, serta mendapat dukungan mental. Kami ingin masyarakat bangkit lebih cepat. Relawan kami terus berada di lapangan selama dibutuhkan,” ujar Ade.
Eprida Sihombing, warga Desa Bandar Tarutung, Tapanuli Selatan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran PMI Sumut ini.
"Kami kesulitan air bersih sejak banjir, dan anak-anak kami juga mulai sakit-sakitan. Alhamdulillah, PMI datang bawa air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan. Kami merasa tidak sendirian,” tuturnya.
Sahala Lumbantobing, warga lainnya juga mengaku, warga Desa Bandar Tarutung sempat kebingungan pascabencana banjir melanda akhir November lalu.
"Setelah banjir, kami bingung harus mulai dari mana. PMI ini sangat membantu, terutama pemeriksaan kesehatan, dan alat kebersihan. Terima kasih karena terus peduli dengan kami,” katanya.
Baca juga: Menteri PU: Jembatan-jalan di wilayah tengah Aceh segera dipermanenkan
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































