PMI siapkan 2.500 ton bantuan pendidikan-rehabilitasi bantu Sumatera

1 month ago 16

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan sekitar 2.500 ton bantuan logistik untuk mendukung rehabilitasi dan penanganan darurat, termasuk perlengkapan pendidikan bagi anak-anak sekolah yang terdampak bencana di Sumatera.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan di Jakarta, Kamis, bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar, mulai dari buku pelajaran, alat tulis, ransel sekolah, hingga alat-alat kebersihan dan rehabilitasi.

Bantuan logistik itu dijadwalkan mulai dikirim dalam waktu dekat.

“Anak-anak sudah mulai masuk sekolah, jadi kami siapkan kebutuhan pendidikan, berupa buku tulis sebanyak 1,5 juta, 20 ribu paket sekolah” ujar Jusuf Kalla usai meninjau Gudang Logistik PMI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis.

Baca juga: Prabowo bertolak menuju Aceh Tamiang tinjau hunian dibangun Danantara

Selain perlengkapan pendidikan, pihaknya juga menyiapkan alat-alat pembersihan untuk mendukung proses rehabilitasi pascabencana. Bantuan tersebut antara lain berupa cangkul, peralatan kebersihan, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk membersihkan rumah dan lingkungan terdampak.

“Sebagian bantuan ini memang untuk tanggap darurat, tetapi lebih banyak difokuskan pada rehabilitasi,” katanya.

PMI juga menyiapkan armada tangki air, dengan rincian 60 unit untuk penyediaan air bersih dan 30 unit khusus untuk pembersihan.

Dia menyebutkan, seluruh bantuan tersebut direncanakan mulai diberangkatkan Sabtu, 3 Januari 2026, dengan menggunakan kapal Kalla Lines.

Pihaknya akan terus memastikan distribusi bantuan berjalan tepat waktu dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, khususnya dalam mendukung pemulihan dan keberlanjutan aktivitas pendidikan.

Baca juga: OSO soroti empati Presiden Prabowo dampingi korban bencana Sumatera
Baca juga: Warga di Bundaran HI kirim doa untuk korban bencana Sumatera

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |