Jakarta (ANTARA) - TNI AL melalui Komando Armada RI bersama Perkumpulan Insan Maritim Andalan (Pima) Indonesia mempererat sinergitas antara instansi pemerintahan dan masyarakat dengan menggelar perlombaan tenis meja.
Perlombaan bertajuk Pangkoarmada Cup 2026 ini digelar di GOR Ob Syaaf, Markas Komando Koarmada RI yang berlokasi di Jakarta Pusat, Rabu.
"Kegiatan ini bertujuan mempererat soliditas dan kebersamaan insan maritim, lintas instansi dan lintas satuan. Melalui olahraga, kita bangun komunikasi yang sehat, hubungan yang harmonis, serta rasa persaudaraan yang kuat, tanpa sekat jabatan maupun institusi," kata Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata dalam kegiatan tersebut.
Di saat yang sama, Ketua Umum Pima Indonesia Harnoto Darsono dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi Koarmada RI dalam bekerja sama menggelar perlombaan tenis meja ini.
Harnoto menjelaskan, kejuaraan ini diikuti peserta dari berbagai kalangan mulai dari jajaran TNI AL, Kementerian Perhubungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bakamla RI, Lemhannas, BNN, Bea Cukai Tanjung Priok, Polairud Baharkam Polri, Badan Karantina Indonesia, PT Pelindo, PT PELNI, Pemerintah Kota Jakarta Utara, BRI Taspen Cempaka Putih, masyarakat sipil hingga beberapa atlet profesional.
Total hadiah yang diperebutkan pun mencapai Rp100 juta. Dengan adanya kegiatan ini, Harnoto berharap sinergitas seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam rangka membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Kami juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan prestasi olahraga tenis meja sekaligus melahirkan bibit-bibit atlet baru yang berpotensi mengharumkan nama institusi, daerah, bahkan bangsa Indonesia di masa mendatang," jelas Harnoto.
Baca juga: TNI dan Pima menginspirasi masyarakat lewat kisah prajurit berprestasi
Baca juga: PIMA perkuat kerja sama dengan TNI AL bangun program kemaritiman
Baca juga: TNI AL dan Pima bantu nelayan dapat ikan tanpa harus berlayar
Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































