Pati (ANTARA) - Petugas kesehatan dari Puskesmas Pati, Jawa Tengah memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak banjir di daerah itu yang tetap bertahan di rumah masing-masing dengan menggunakan perahu, karena masih tergenang banjir.
Petugas Puskesmas Jakenan secara rutin menyambangi warga Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, sejak banjir melanda pada 9 Januari lalu. Petugas kesehatan mendatangi rumah-rumah warga menggunakan perahu, karena akses darat masih terendam banjir dan sebagian besar warga tidak mengungsi.
Perawat Pembina Desa dari Puskesmas Jakenan Yuliati ditemui di sela mendatangi warga di rumahnya yang kebanjiran di Desa Karangrowo, Pati, Selasa, mengatakan pelayanan kesehatan dilakukan secara jemput bola untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia.
Baca juga: Kemensos intensifkan penanganan darurat ribuan korban banjir di Pati
"Karena akses jalan sejak 13 Januari 2026, tergenang air cukup tinggi dan warga banyak yang bertahan di rumah, sehingga kami mendatangi mereka menggunakan perahu. Kebetulan pemerintah desa memiliki dua perahu yang bisa dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan," ujarnya.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak hari pertama banjir, dengan berkoordinasi bersama perangkat desa dan kepala dusun setempat sebagai operator perahunya.
Keluhan kesehatan yang banyak ditemui, antara lain batuk, pilek, demam, gatal-gatal, pegal-pegal, hingga luka ringan akibat aktivitas di tengah banjir.
Selain perawat, bidan desa juga turut dilibatkan dalam pelayanan tersebut.
Pelayanan tidak hanya dilakukan pada siang hari, bahkan hingga malam hari, termasuk menangani warga yang mengalami cedera ringan akibat terbentur pagar saat beraktivitas di genangan air.
"Warga terpaksa dirujuk ke Puskesmas Jakenan, karena membutuhkan pelayanan lebih lanjut," ujarnya.
Salah satu warga RT 8 RW 1 Desa Karangrowo, Gini (70), mengaku sudah dua kali mendapatkan pemeriksaan kesehatan di rumahnya sejak banjir melanda. "Sudah didatangi petugas, diperiksa dan diberi obat," ujarnya.
Perangkat Desa Karangrowo sekaligus relawan kebencanaan, Mintarjo menyampaikan bahwa hampir seluruh wilayah desanya terdampak banjir.
Dari 320 kepala keluarga atau 905 jiwa, sekitar 99 persen rumah warga tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter.
Baca juga: Tanggul sungai di Pati jebol di 3 desa akibatkan banjir
Baca juga: BPBD Pati: 19 desa terdampak banjir
Ia menambahkan aktivitas warga masih sangat terhambat. Karena akses utama masih menggunakan perahu dan getek, karena kendaraan bermotor belum bisa masuk ke desa.
"Ketinggian air di jalan masih sekitar 60 sampai 100 sentimeter. Perahu menjadi akses utama warga, termasuk untuk mengantar anak sekolah ke desa tetangga,” ujarnya.
Ia berharap air segera surut, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan risiko penyakit akibat banjir dapat diminimalkan.
Selain pelayanan kesehatan, bantuan logistik juga terus berdatangan dari berbagai pihak. Setiap hari, sekitar 200 bungkus nasi dibagikan kepada warga terdampak banjir di beberapa RT. "Kebutuhan kesehatan dan logistik masih terus diperlukan mengingat banjir sudah berlangsung hingga tujuh hari," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































