Jakarta (ANTARA) - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menerima tiga penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa atas implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang baik di lingkungan perusahaan.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyebutkan tiga penghargaan tersebut diraih atas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Kemudian penghargaan atas upaya dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV/AIDS) di Tempat Kerja, serta penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB) di Tempat Kerja.
"Menerapkan K3 bagi perusahaan bukan lagi sebatas kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan, Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional (obvitnas) yang tidak boleh terganggu operasionalnya.
Petrokimia Gresik, tambahnya, memiliki tanggung jawab besar memproduksi jutaan ton pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia tiap tahunnya, karena itu penerapan K3 dengan disiplin dan inovatif adalah keniscayaan.
Menurut dia, Petrokimia Gresik yang lokasinya berdampingan dengan permukiman masyarakat harus terus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan dengan berkolaborasi bersama masyarakat dan elemen penting karyawan, yaitu keluarga. Sehingga, stabilitas pangan Indonesia dapat terus terjaga.
"Selain masyarakat, kami juga melibatkan keluarga. Harapannya, karyawan sudah terbiasa menerapkan prinsip-prinsip K3 sejak di lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga," ujar Daconi.
Dia menambahkan, dua entitas anak perusahaan Petrokimia Gresik juga mendapatkan penghargaan yaitu PT Petrokimia Kayaku mendapatkan penghargaan Zero Accident, dan PT Petrosida Gresik juga menerima penghargaan P2TB.
Dikatakannya, dalam memperingati Bulan K3 Nasional 2026 di lingkungan perusahaan, Petrokimia Gresik menggelar berbagai kegiatan, antara lain apel Bulan K3 bersama Gubernur Khofifah, sertifikasi dan training Bulan K3, webinar series K3, safety and health competition, lomba 5R, dan audit K3 Kontraktor.
Dalam rangkaian apel tersebut, kegiatan juga diramaikan dengan simulasi K3 dari Petrokimia Gresik, penyerahan santunan dan beasiswa BPJS Ketenagakerjaan, serta area pameran dan edukasi K3 yang menampilkan praktik keselamatan kerja dan kesiapsiagaan industri sebagai upaya memperkuat budaya K3 secara kolaboratif.
“Rangkaian kegiatan di Bulan K3 ini bertujuan meningkatkan pemahaman bahwa implementasi K3 harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Keselamatan dan kesehatan kerja bukan tanggung jawab satu departemen, melainkan seluruh insan perusahaan. Dengan begitu, keberlangsungan Petrokimia Gresik dapat terus terjaga," ujar Daconi.
Sementara itu Gubernur Khofifah menjelaskan jumlah perusahaan yang menerima penghargaan K3 di Jawa Timur pada tahun 2026, yaitu sebanyak 717 penerima penghargaan.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi seluruh dunia usaha di Jawa Timur untuk terus meningkatkan komitmen dalam penerapan K3, sehingga tercipta tempat kerja yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.
Baca juga: Petrokimia Gresik siap dukung tata kelola baru penyaluran pupuk
Baca juga: Petrokimia Gresik siapkan stok pupuk di atas ketentuan demi petani
Baca juga: Petrokimia Gresik tegaskan komitmen dekarbonisasi di COP30
Pewarta: Subagyo
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































