Jakarta (ANTARA) - Atlet selancar ombak Indonesia, Bronson Meydi, melaju ke babak 16 besar Liga Surfing Dunia (World Surf League) Qualifying Series (QS) 6000 Taiwan Open di Jinzun Harbor, Taitung County, Taiwan, Jumat.
Bronson mengungguli para kompetitornya pada Heat 5 babak 32 besar, dengan total nilai 11,16 dari dua ombak terbaiknya, yakni 5,83 dan 5,33.
Peselancar berusia 21 thaun itu berkompetisi bersama Kobi Clements dari Australia yang mencatatkan 10,07 poin, Takuto Ohta dari Jepang dengan 8,60 poin, dan Taj Stokes dari Australia dengan 8,47.
Bronson tiba di Taiwan setelah menjuarai WSL QS 6000 2025 di Siargao, Filipina, pekan lalu. Setelah mendapatkan bye, dia turun pada babak 64 besar dan memenangi Heat 9 untuk mencatatkan 14,67 poin dengan dua nilai ombak tertinggi 8,17 dan 6,50.
Sejumlah atlet Indonesia lain juga berkompetisi dalam Taiwan Open, di antaranya Ketut Agus dan I Made Ariyana yang tereliminasi pada babak 64 besar, serta Dylan Wilcoxen yang tersingkir pada 32 besar.
Baca juga: Peselancar Indonesia Bronson Meydi juara WSL QS 6000 Siargao
Taiwan Open of Surfing edisi 2025 diikuti oleh hampir 180 peselancar, yang merupakan terbanyak dalam ajang tersebut.
Dengan titik berbatu dan ombak kiri dan kanan yang bergelombang, Jinzun sering disamakan dengan Lower Trestles.
Manajer Tur WSL APAC Ty Sorati menyebut Taiwan Open pada 5-11 November 2025 itu adalah ajang penting di Asia sejak 2013.
Taiwan Open tahun ini juga akan menentukan pemenang putra dan putri Bonsoy Asia Super Series yang pertama.
Terdiri dari enam ajang QS 6000 di Indonesia, Korea, Filipina, dan Taiwan, seri tersebut mencari peselancar terbaik dari wilayah Asia untuk 2025.
Baca juga: Bronson Meydi siap untuk WSL Newcastle usai lolos Challenger Serries
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































