Jakarta (ANTARA) - Platform pinjaman daring KlikCair menegaskan komitmen dalam mendukung inklusi keuangan nasional melalui pengembangan layanan keuangan digital yang bertanggung jawab, transparan, dan sesuai regulasi.
Direktur Utama KlikCair, Andreaw mengatakan pemanfaatan teknologi finansial tidak hanya ditujukan untuk mempercepat proses pinjaman, tetapi juga membangun literasi, kepercayaan, dan akses keuangan yang lebih merata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses ke solusi pendanaan yang tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga dapat memberikan manfaat jangka panjang serta membantu mereka mengambil keputusan finansial secara bijak,” kata Andreaw dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, kebutuhan dana mendesak kerap muncul tanpa harus mengganggu tabungan utama, baik untuk keperluan rumah tangga, usaha, maupun kebutuhan personal.
Baca juga: Platform digital tawarkan kemudahan layanan pinjaman multiguna
Kondisi tersebut mendorong tingginya minat masyarakat terhadap layanan pinjaman daring yang dapat diakses secara praktis.
Data industri menunjukkan pertumbuhan pinjaman daring mencapai 22,16 persen per September 2025, mencerminkan meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan digital di tengah masyarakat.
Menjawab kebutuhan tersebut, KlikCair yang telah beroperasi sejak 2018 menghadirkan produk pinjaman jangka pendek KlikNano dengan pilihan cicilan dan tenor yang fleksibel.
Layanan ini dirancang untuk memberikan alternatif pendanaan yang terencana tanpa harus membongkar simpanan utama pengguna.
Seluruh proses layanan dilakukan secara digital dan terintegrasi, mulai dari pendaftaran, pengajuan, hingga pencairan dana, sehingga memudahkan masyarakat mengakses layanan keuangan tanpa harus datang langsung ke kantor.
Baca juga: Ekonom: Payment gateway perlu teknologi bendung transaksi judi online
Sebagai penyelenggara pinjaman daring yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KlikCair menekankan penerapan prinsip transparansi dan kepatuhan regulasi.
Informasi terkait bunga, biaya, tenor, serta kewajiban pengguna disampaikan secara jelas sejak awal pengajuan.
Andreaw menambahkan, pengembangan layanan tersebut merupakan upaya untuk berkontribusi pada perluasan inklusi keuangan melalui inovasi digital yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
"Layanan ini dirancang untuk membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan, seiring meningkatnya akses pendanaan jangka pendek yang fleksibel," ujarnya.
Baca juga: Fintech, ekonomi digital: sinergi dengan perkembangan telekomunikasi
Baca juga: Terapkan kiat ini cegah jeratan pinjol ilegal
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































