Perusahaan cip AI China dominasi daftar 50 perusahaan AI teratas 2025

2 weeks ago 7

Beijing (ANTARA) - Sebuah laporan yang memeringkatkan 50 perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) China teratas menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang berspesialisasi dalam cip AI muncul sebagai perusahaan yang paling menonjol pada 2025, dengan menguasai tujuh dari sepuluh peringkat teratas.

Tiga perusahaan teratas dalam daftar tersebut, yakni Cambricon, Moore Threads, dan MetaX, merupakan perusahaan yang berkaitan dengan cip AI. Sementara itu, dari 18 perusahaan yang baru masuk daftar, 10 di antaranya juga berkecimpung di bidang cip AI, tunjuk laporan "Hurun China AI Top 50" yang dirilis pada Senin (19/1).

Rupert Hoogewerf, ketua sekaligus kepala peneliti Hurun Report, mengaitkan menonjolnya perusahaan-perusahaan cip AI tersebut sebagian disebabkan oleh pengetatan pembatasan ekspor Amerika Serikat terhadap cip AI kelas atas, yang pada akhirnya mempercepat dorongan China untuk mencapai kemandirian dalam daya komputasi.

Menurut laporan itu, posisi China dalam bidang AI menguat secara signifikan pada 2025. Mengutip data penggunaan 100 triliun token dari sebuah platform pihak ketiga, laporan itu menyebutkan bahwa pangsa pasar model sumber terbuka (open-source) China, yang per akhir 2024 hanya mencapai 1,2 persen, sejak saat itu meningkat signifikan, bahkan pada waktu-waktu tertentu mendekati 30 persen.

Perusahaan-perusahaan AI yang masuk dalam daftar tersebut tergolong cukup baru, dengan rata-rata usia pendirian 12 tahun. Perusahaan termuda dalam peringkat itu, yaitu Moonshot AI, Baichuan AI, dan StepFun, didirikan pada 2023 dan ketiganya berfokus pada model besar konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI-Generated Content/AIGC).

Daftar tersebut juga mencakup perusahaan-perusahaan yang berspesialisasi dalam bidang penerapan AI yang sedang berkembang, seperti penemuan obat berbasis AI, teknologi kemudi otonomos, dan pengambilan keputusan perusahaan. Ini menyoroti pesatnya pengadopsian teknologi AI di dunia nyata di China.

Laporan itu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AI yang masuk dalam daftar tersebut semakin berperan sebagai "penggerak" untuk memberdayakan sektor-sektor di China, seperti elektronik konsumen dan kendaraan energi baru, agar mampu bersaing di pasar global.

Beijing memimpin sebagai basis bagi 19 perusahaan yang masuk daftar tersebut, diikuti oleh Shanghai dengan 14 perusahaan dan Shenzhen dengan enam perusahaan, ungkap laporan tersebut.

Secara keseluruhan, kota-kota tingkat pertama di China menyumbang lebih dari 80 persen perusahaan yang masuk peringkat tersebut, menggarisbawahi adanya efek pengelompokan (clustering effect) dalam sektor AI di China.

Daftar tersebut memeringkatkan perusahaan-perusahaan berdasarkan nilai korporat. Untuk perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa, kapitalisasi pasar dihitung berdasarkan harga saham saat penutupan perdagangan pada 9 Januari.

Sedangkan valuasi untuk perusahaan-perusahaan yang belum tercatat dalam bursa ditentukan dengan mengacu pada perusahaan-perusahaan sebanding yang tercatat dalam bursa di sektor yang sama atau putaran pendanaan terbaru mereka.

Secara khusus, perusahaan robotika seperti UBTECH, perusahaan yang bisnis inti utamanya bukan AI, termasuk ByteDance dan DeepSeek, yang berfokus pada penelitian AI fundamental, tidak dimasukkan ke daftar peringkat ini.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |