Pertamina pastikan impor energi dari AS transparan dan sesuai regulasi

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa kesepakatan energi antara Indonesia dan Amerika Serikat senilai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp253,3 triliun) akan dijalankan sepenuhnya secara transparan dan sesuai regulasi yang berlaku di kedua negara.

Simon menekankan bahwa seluruh proses impor energi dilakukan secara terbuka melalui mekanisme tender dan bidding, bukan penunjukan langsung.

“Semua proses dilakukan transparan untuk menjamin aturan dijalankan dengan baik,” ujarnya dalam konferensi pers virtual dari Washington D.C., Jumat.

Pemerintah Indonesia dan AS pada Kamis (19/2) resmi menandatangani poin-poin kesepakatan perjanjian tarif resiprokal, yang salah satunya memuat kepastian pembelian komoditas energi dari AS senilai total 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp253,3 triliun.

Nilai tersebut mencakup pembelian LPG sebesar 3,5 miliar dolar AS (Rp59,1 triliun), minyak mentah sebesar 4,5 miliar dolar AS (Rp76,0 triliun), serta bensin hasil kilang sebesar 7 miliar dolar AS (Rp118,2 triliun).

Menurut Simon, kesepakatan energi dengan AS tidak hanya bertujuan menjamin ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pasokan.

Indonesia, katanya, perlu memperluas sumber impor baik untuk crude oil maupun produk olahan agar memperoleh harga yang paling kompetitif. Selain dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika, Pertamina melihat peluang besar dari Amerika Serikat sebagai mitra strategis.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan win-win solution bagi kedua negara, dengan tetap menghormati regulasi masing-masing.

Setelah kesepakatan ditandatangani, Simon mengatakan Pertamina menunggu finalisasi dalam 90 hari ke depan. Ia menekankan bahwa seluruh tahapan akan dilakukan sesuai prosedur dan prinsip kepatuhan, dengan dukungan pemerintah berupa keputusan, perizinan, dan dukungan teknis lainnya.

“Kami berharap semua proses sebagai bagian dari kesepakatan dagang ini dapat berlangsung dengan baik, memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia dan mitra kita di Amerika Serikat,” kata Simon.

Baca juga: Pertamina: Impor energi dari AS masih diperlukan penuhi kebutuhan

Baca juga: Dirut Pertamina : Porsi LPG impor dari AS bisa naik hingga 70 persen

Baca juga: Amankan BBM-LPG 2026, Pertamina Patra Niaga perkuat kerja sama global

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |