Permintaan gula aren di Lebak meningkat jelang Ramadhan 

1 week ago 16
Kami sekarang bisa menghasilkan omzet pendapatan naik dua kali lipat yang biasanya Rp15 juta kini menjadi Rp30 juta per hari,

Lebak (ANTARA) - Permintaan konsumen gula aren di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meningkat hingga dua kali lipat menjelang Ramadhan 2026 dan kebanyakan pedagang pengecer.

"Kami hingga kini terpenuhi permintaan konsumen itu," kata Fahri (60) seorang penampung gula aren di Jalan Sunankalijaga Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Senin.

Selama sepekan terakhir ini permintaan gula aren meningkat dan kebanyakan konsumen pedagang pengecer dari luar daerah, sebab mereka memprediksi tiga pekan ke depan dipastikan harga melonjak.

Saat ini, harga gula aren di pasaran terjadi kenaikan dari sebelumnya Rp200 ribu per toros atau lima ikat gula aren, namun kini menjadi Rp250 ribu.

Baca juga: Menkop apresiasi KDMP Giri Mukti Lebak tumbuhkan ekonomi baru

Kenaikan gula aren itu akibat dampak permintaan pasar meningkat tajam menjelang Ramadhan.

"Kami sekarang bisa menghasilkan omzet pendapatan naik dua kali lipat yang biasanya Rp15 juta kini menjadi Rp30 juta per hari," kata Fahri.

Menurut dia, selama ini, produksi gula aren relatif terpenuhi untuk memenuhi permintaan pedagang pengecer, karena didukung bahan baku melimpah dari nira pohon aren.

Mereka konsumen gula aren itu kebanyakan pedagang pengecer dari Rangkasbitung, Serang dan Bogor juga pelaku usaha untuk bahan pemanis aneka makanan untuk Lebaran.

Baca juga: Dari tanah menuju cangkir, dari warung sampai kafe

"Kami meyakini permintaan gula aren meningkat, namun terpenuhi permintaan konsumen," katanya menjelaskan.

Maman (60), penampung gula aren di Pasar Rangkasbitung mengaku bahwa dirinya kewalahan melayani permintaan pasar menjelang Ramadhan dan banyak konsumen datang ke sini.

Sebab , produksi gula aren Kabupaten Lebak memiliki kelebihan yakni organik tanpa kimia, sebab pepohonan nira atau kaung tumbuh di pegunungan dan perbukitan.

Keunggulan gula aren itu pada bulan Ramadhan dijadikan bahan campuran pemanis aneka kerajinan makanan, di antaranya kolak, ice jus hingga produksi dodol, bolu dan lainnya.

Baca juga: Pertamina ungkap rencana kembangkan bioetanol dari gula aren

"Menjelang Ramadhan kami bisa menghasilkan omzet Rp20 juta dari sebelumnya Rp10 juta per hari. Kami kini menyetok 5 ton dari sebelumnya hanya 3 ton, karena permintaan cenderung meningkat," katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan, produksi gula aren hingga kini menjadikan unggulan masyarakat di daerah ini dengan jumlah perajin 11.000 unit usaha dan berkembang di 11 kecamatan.

Kehadiran usaha produksi gula aren dapat memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Kami terus melakukan pembinaan agar perajin gula aren bisa bersaing pasar dan menembus pasar domestik hingga mancanegara," kata Imam.

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |