Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memulai pembangunan Sekolah Rakyat yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan sekolah tersebut di Jalan Ciomas, Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan memperkuat pembangunan SDM daerah.
“Kami mewakili masyarakat Banten, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah meluncurkan Program Sekolah Rakyat. Di Provinsi Banten saat ini dialokasikan empat Sekolah Rakyat, yang terdiri atas dua tingkat SMA dan dua sekolah terintegrasi,” ujar Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang.
Pembangunan tersebut menandai dimulainya konstruksi dua unit Sekolah Rakyat tingkat SMA di Provinsi Banten, masing-masing di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Baca juga: Mensos targetkan 500 ribu keluarga mandiri melalui Sekolah Rakyat
Ia menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari dukungan Pemprov Banten terhadap AstaCita Presiden Prabowo, khususnya penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) serta pembangunan yang dimulai dari desa.
“Kami meyakini niat tulus Presiden adalah memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah ini akan menjadi pusat pendidikan dengan fasilitas yang baik, nyaman, dan aman. Ini adalah tempat anak-anak kita memelihara harapan untuk masa depan,” katanya.
Menurut Andra, pendidikan menjadi instrumen utama untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu Pemprov Banten berkomitmen mengawal pembangunan Sekolah Rakyat agar berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan.
Baca juga: Seskab: Presiden ingin semua anak dapat bersekolah di Sekolah Rakyat
“Pemprov Banten akan berkoordinasi secara intensif agar pembangunan selesai tepat waktu. Dukungan fasilitas penunjang juga akan kami siapkan,” ujarnya.
Untuk mendukung akses menuju fasilitas pendidikan tersebut, Pemprov Banten juga melakukan intervensi infrastruktur melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Program ini saat ini berjalan di 61 titik jalan desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan pelayanan dasar masyarakat.
Sementara itu Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Banten Kementerian PU Astri Paramita mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif.
“Kementerian PU saat ini menangani pembangunan empat Sekolah Rakyat di Provinsi Banten. Ini adalah wujud nyata pembangunan pendidikan yang inklusif,” ujarnya.
Baca juga: SR Tangsel disiapkan jadi pusat pendidikan anak miskin ekstrem
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































