Petugas evakuasi macan tutul masuk permukiman di Bogor

1 hour ago 3

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Petugas gabungan mengevakuasi seekor macan tutul yang masuk ke permukiman warga di kawasan Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Kemunculan satwa liar tersebut sempat menimbulkan keresahan warga setelah dalam beberapa hari terakhir terlihat berkeliaran di sekitar permukiman dan memangsa hewan ternak.

Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman mengatakan laporan awal diterima dari warga yang melihat langsung keberadaan macan tutul di lingkungan mereka.

“Petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat, dan benar ditemukan adanya macan tutul di sekitar permukiman,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan warga, kemunculan macan tutul tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam kurun waktu sekitar dua minggu terakhir, satwa itu beberapa kali terlihat dan sempat memangsa ternak milik warga.

Baca juga: BKSDA Jabar evakuasi macan tutul masuk permukiman di Kabupaten Bandung

Warga kemudian berinisiatif memasang jerat di jalur yang diduga sering dilalui satwa tersebut sebagai upaya antisipasi.

Pada dini hari, warga mendengar suara auman keras dan mendapati macan tutul telah terperangkap dalam jerat. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada aparat setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas gabungan dari kepolisian, unsur kecamatan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan bius melalui senapan khusus oleh petugas berwenang guna memastikan keselamatan warga dan satwa.

Setelah berhasil diamankan, macan tutul tersebut diserahkan kepada pihak BKSDA untuk penanganan lanjutan dan proses konservasi.

Baca juga: Macan tutul masuk hotel di Bandung, dievakuasi tim gabungan

Petugas merencanakan satwa tersebut akan dipindahkan ke Taman Safari Indonesia untuk mendapatkan perawatan dan pengawasan lebih lanjut.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |