Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) yang diharapkan dapat meningkatkan peluang peserta didik asal Indonesia untuk menjadi peraih penghargaan Nobel di masa depan.
Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar-Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto mengatakan penguatan manajemen talenta murid itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid yang diberlakukan sejak 17 Desember 2025.
Baca juga: Kemendikbud kembangkan talenta nasional berkelanjutan lewat SIMT
“Mudah-mudahan melalui Permen ini dan fasilitasi Kementerian, juga partisipasi semesta yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pada saatnya kita bisa melahirkan anak-anak bangsa yang bisa meraih hadiah Nobel, mudah-mudahan,” kata Biyanto dalam acara Silaturahim Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin.
Dalam Permendikdasmen terbaru ini, katanya, sistem manajemen talenta tidak lagi hanya mempertimbangkan prestasi murid pada bidang akademik, melainkan juga mengikutsertakan prestasi yang bersifat non akademik.
Lebih lanjut, Biyanto menerangkan pihaknya saat ini masih terus melakukan pendataan terkait berbagai prestasi yang bersifat non-akademik.
Ia mengatakan akan ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang fokus pembinaannya dibagi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Kemendikdasmen.
"Beberapa cabang olahraga di Kementerian Olahraga diserahkan ke kita, pada saatnya nanti kita fasilitasi proses pembimbingannya," kata Biyanto.
Baca juga: Kemendikbudristek: 64.000 prestasi anak Indonesia terdata dalam SIMT
Baca juga: Siswa Sekolah Cikal raih tiga medali emas pada ajang "Moose Game" 2024
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono menambahkan saat ini pembahasan terkait pembagian beberapa cabor tersebut masih dalam tahap transisi.
"Ini masih dalam pembahasan. Bukan dialihkan, tapi fokus pembinaan, karena sasarannya murid. Cabornya secara umum semua dikerjakan bareng, cuman ini sasarannya aja anak-anak. Kemendikdasmen bisa mendukung," ujar Irene.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































