Aceh Tenggara, Aceh (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan PT Hutama Karya terus memacu normalisasi sungai beserta irigasi di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh demi mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi.
Satuan Tugas Penanganan Bencana Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menurunkan setidaknya empat alat berat di Desa Bener Berpapah, Kecamatan Ketambe untuk membersihkan sisa material banjir bandang dan tanah longsor.
"Di sini sedang normalisasi buat pengairan. Sudah hampir dua minggu dan alat berat kita ada empat di sini," ucap pengawas lapangan dari Hutama Karya, Jainudin (40) saat ditemui ANTARA di Desa Bener Berpapah, Senin.
Alat-alat berat itu tampak mengangkat batu dan kayu serta menumpuk fondasi untuk membangun batasan antara jalan dan bibir sungai yang amblas akibat bencana akhir November 2025 lalu.
Jainudin menjelaskan sebelum normalisasi dilakukan, batu dan kayu berbagai ukuran tergeletak sehingga menutup aliran sungai dan mengganggu akses jalan. Menurut dia, warga bahkan tidak bisa berjalan kaki melintasi jalan sebelum normalisasi dimulai.
"Setelah normalisasi ini, pembersihan ini, ini sudah ada lumayan, ya, sedikit sudah ada bersih dan sudah ada kelihatan ini normal lagi," ucapnya.
Normalisasi sudah dilakukan sejak dua pekan lalu. Desa itu merupakan titik kedua, setelah sebelumnya pengerjaan dirampungkan di Desa Lawe Mengkudu yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Desa Bener Berpapah.
"Nanti masih pindah kita ke sana (ke desa lain) yang mau dibersihkan lagi," imbuhnya.
Ia lebih lanjut mengatakan tidak ada tantangan berarti dalam pengerjaan normalisasi dimaksud. "Kalau kesulitannya enggak terlalu karena ringan-ringan cuma itu," tuturnya.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung penanganan dampak bencana di Aceh secara berkelanjutan, menyusul telah ditetapkannya status transisi oleh Pemerintah Aceh dari masa tanggap darurat ke masa pemulihan bencana.
Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, Minggu (1/2) menyebut Kementerian PU berkomitmen penuh mendukung pemerintah daerah dalam seluruh tahapan penanganan pascabencana, termasuk infrastruktur dasar.
"Saat ini fokus kami adalah memastikan infrastruktur konektivitas, air bersih, sanitasi, hunian sementara, dan fasilitas publik segera pulih agar masyarakat dapat kembali beraktivitas," ucap Dody.
Selain itu, dia juga menegaskan Kementerian PU berkomitmen menjaga keberlanjutan layanan irigasi, terutama di daerah sentra produksi pangan, karena menyangkut ketahanan pangan dan penghidupan petani.
"Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Begitu terjadi gangguan, harus segera cepat ditangani agar saluran kembali berfungsi," tuturnya.
Baca juga: Rehabilitasi jalur lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara pascabanjir dikebut
Baca juga: Prajurit Kodam IM jalan kaki dua jam salurkan bantuan Aceh Tenggara
Baca juga: Kapolda serahkan 300 kasur untuk korban banjir di Aceh Tenggara
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































