Penyintas longsor di Tapanuli Utara diajak untuk jaga lingkungan

1 week ago 16

Adiankoting (ANTARA) - Calon Pendeta Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Parsingkaman, Renal Kristanto Lumban mengajak seluruh jemaat yang ada di Desa Pagaran Lambung I Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara untuk saling menjaga lingkungan agar hal naas ini tidak lagi terjadi.

“Kami tekankan di dalam khotbah tadi bahwa ini bukan sekedar bencana, tapi peringatan dari Tuhan,” kata Renal di Adiankoting, Minggu.

Peristiwa longsor ini merupakan peringatan bagi semua bahwa bencana ini disebabkan oleh tangan-tangan manusia.

“Kami mengajak menjaga lingkungan sekitar, menjaga ekosistem dan hutan-hutan. Karena kalau tidak dijaga, maka nyawa dan rumah-rumah kita yang menjadi taruhan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak jemaat untuk teguh dan damai dalam menghadapi kondisi saat ini agar bisa kembali hidup normal.

Baca juga: Ratusan pelajar penyintas longsor di Taput ikuti pemulihan trauma

“Puji Tuhan hari ini ibadah ramai diikuti jemaat kami dan mereka cukup antusias mengikuti ibadah,” ucap Renal.

Sementara itu, pengurus Gereja HKBP Parsingkaman Pangihutan Hutagalung mengatakan ada 160 kepala keluarga yang tercatat sebagai jemaat gereja ini.

“Ini gereja tertua kedua di daerah ini dan saat ini sudah dapat dimanfaatkan untuk beribadah,” katanya.

Sebelumnya, puluhan personel TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 906/Sanalenggam terus bekerja keras untuk membersihkan material longsor pada kawasan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Desa Pagaran Lambung I Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Personel TNI pun bekerja membuka akses jalan menuju gereja agar dapat dilewati kendaraan roda dua dan empat.

Baca juga: TNI bersihkan material longsor di gereja HKBP Tapanuli Utara

Baca juga: TNI berikan layanan pemulihan trauma anak korban bencana di Taput

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |