Adiankoting (ANTARA) - Warga Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Tengah yang merupakan penyintas banjir dan longsor menjalani ibadah Minggu di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Parsingkam dengan khidmat.
“Puji tuhan kondisi hari ini sudah kembali normal pascabencana longsor dan banjir,” kata Calon Pendeta Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Parsingkaman Renal Kristanto Lumban di Adiankoting, Minggu.
Ia mengatakan aktivitas ibadah memang sebelumnya terganggu karena warga ini terdampak bencana longsor.
Mereka ada yang tertimbun rumahnya dan kemasukan lumpur, selain itu juga terendam banjir.
Akses jalan menuju gereja ini juga terganggu karena material longsor yang menghalangi akses ke gereja.
“Semua sudah diperbaiki bersama-sama dan seluruh pihak berperan sehingga aktivitas ibadah dapat kembali lancar,” katanya.
Menurut dia saat ini kondisi warga sudah tenang dan damai serta sudah pulih dalam menghadapi keadaan.
“Semua sudah kembali normal dan kami berdoa agar semua berjalan dengan baik,” kata dia.
Seorang jemaat Gereja HKBP Parsingkaman Ida Roito Situmeang (35) mengaku senang dapat kembali menjalankan ibadah dan tidak lagi di posko penampungan.
“Kami sudah kembali ke rumah tuhan ini dan semua senang kembali beribadah normal,” kata dia.
Baca juga: TNI-Polri berjibaku keluarkan lumpur di SDN 1 Kualasimpang
Baca juga: Ketika sawah mulai hijau kembali setelah bencana berlalu
Baca juga: Awal kebangkitan itu bernama huntara
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































