Chengdu (ANTARA) - Industri baterai listrik China mempertahankan pertumbuhan yang kuat dalam tiga kuartal pertama tahun ini, dengan penjualan melonjak 48,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 786 gigawatt-jam (GWh).
Menurut sebuah konferensi industri pada Rabu (12/11), hal ini didorong oleh ekspansi global yang cepat dari mobil listrik atau kendaraan energi baru (NEV) yang terus memacu permintaan baterai.
Ekspor baterai listrik negara itu melampaui 129 GWh selama periode tersebut, naik 32,7 persen dari setahun sebelumnya, kata data yang dirilis dalam Konferensi Baterai Listrik Dunia (World Power Battery Conference) 2025, yang dibuka di Kota Yibin, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada hari yang sama.
Secara global, China semakin mengukuhkan posisi terdepannya di sektor ini.
Menurut laporan yang dirilis oleh Pusat Pengembangan Industri Peralatan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China pada konferensi tersebut, enam perusahaan China masuk dalam 10 besar perusahaan baterai listrik global pada 2024, yang secara kolektif menyumbang 67,1 persen dari volume instalasi baterai listrik global, naik hampir 4 poin persentase dari tahun sebelumnya.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa volume instalasi baterai listrik global mencapai 894,4 GWh tahun lalu, mencerminkan peningkatan tahunan yang signifikan sebesar 27,2 persen. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan pesat penjualan global dan tingkat penetrasi NEV.
Konferensi Baterai Listrik Dunia 2025 mempertemukan perwakilan industri, para pakar, serta lebih dari 100 perusahaan China dan asing, termasuk CATL dan BYD dari China, serta Dassault Systèmes dari Prancis.
Konferensi tahunan ini dimulai pada 2022 di Yibin, basis produksi baterai listrik utama yang menyumbang sekitar 16 persen dari total produksi China, menurut penyelenggara. Selama tiga tahun terakhir, konferensi ini telah menyaksikan peluncuran lebih dari 600 produk baru dan penandatanganan 249 proyek besar dengan total investasi hampir 300 miliar yuan (1 yuan = Rp2.349).
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































