Lubuk Basung (ANTARA) - Pengungsi bencana alam di Sekolah Dasar Negeri 05, Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga saat ini.
"Hingga saat ini kami warga terdampak yang masih mengungsi di sekolah ini tidak menemui kendala dalam logistik," kata salah seorang warga Santi (42) yang ditemui dilokasi pengungsian, Kamis.
Menurutnya sejak 27 November 2025 lalu mereka telah mengungsi di SDN 05 karena rumah mereka hancur akibat banjir bandang.
Sejak hari pertama mengungsi hingga saat ini mereka tidak menemui kendala dalam hal logistik. Mulai dari makan, kesehatan, peralatan sehari-hari dan kebutuhan lainnya.
Berbagai bantuan berdatangan dari pemerintah baik dari pusat, provinsi, kabupaten dan nagari (desa).
Selain itu juga dari TNI, Polri, relawan sampai pemerintah kabupaten yang ada di Sumbar maupun di luar Sumbar.
Santi mengatakan dirinya terpaksa mengungsi di sekolah itu karena ramahnya hanyut di landa bencana alam.
Dia bersama suami dan tiga orang anaknya bersama warga lain memilih mengungsi di lokasi itu karena anaknya bisa bersekolah di tenda darurat.
"Kami tentu berharap hunian sementara dapat cepat selesai dibangun," katanya.
Saat ini, dia hanya bisa berharap bantuan pemerintah karena sawahnya juga hancur dilanda banjir.
"Saat ini kami hanya bergantung pada hasil pekerjaan suami sebagai tukang jual kelapa sawit," katanya.
Baca juga: PBM siswa SDN 05 Kayu Pasak Agam di tenda darurat berjalan lancar
Pengungsi lainnya Liyusna (49) mengatakan saat ini hanya bisa berdoa agar hunian sementara cepat selesai.
Saat ini, katanya, terpenting sekali adalah anak-anak bisa bersekolah. Selain itu juga memberikan semangat kepada anak-anak agar kembali ceria seperti biasanya.
"Aktifitas di pengungsian tidak banyak cuma menemani anak-anak bermain dan bercerita bersama warga pengungsi lainnya," sebut ibu dua orang anak ini.
Camat Palembayan Sabirun mengatakan pihaknya selalu menyalurkan bantuan kepada pengungsi jika ada tanpa menahan di posko bencana alam.
"Saat ini ada 168 kepala keluarga atau 400 jiwa yang masih mengungsi di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam," katanya.
Untuk hunian sementara direncanakan akan diresmikan pada Sabtu (24/1) sebanyak 168 unit.
Baca juga: UIN Bukittinggi trauma healing siswa di Agam bangkitkan semangat anak
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































