Pengamat: PSN Wanam harus berlanjut karena tak terkait film Pesta Babi

44 minutes ago 5

Jakarta (ANTARA) - Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan (food estate) di Wanam, Merauke, Papua Selatan, harus tetap berlanjut karena sama sekali tidak terkait dengan film “Pesta Babi” yang ramai beredar baru-baru ini.

Iwan Setiawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu mengatakan keberlanjutan proyek itu sangat penting guna mewujudkan program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Menurut saya, kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner karena ke depan negara global pun akan fokus dengan isu pangan mereka masing-masing. Kalau isunya malah Indonesia defisit pangan, itu lebih bahaya lagi," ujarnya.

Adapun film "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale menggambarkan perjuangan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat mereka dari ancaman berbagai proyek skala besar yang mengatasnamakan pembangunan.

Iwan menyampaikan hutan dan lahan yang digambarkan dalam isi film tersebut bukan bagian dari PSN dan bukan berlokasi di Wanam yang mencetak sawah satu juta hektare.

Baca juga: Pemerintah siapkan 481 ribu hektare lahan di Wanam untuk swasembada

Bila menimbang dan melihat kondisi global hari ini, dirinya menekankan PSN cetak sawah satu juta hektare di Wanam seharusnya tetap berlanjut karena proyeksi program itu difokuskan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Dia mengatakan berbagai manfaat utamanya meliputi pencapaian target swasembada beras, penciptaan lapangan kerja baru di pedesaan, peningkatan pendapatan masyarakat/petani hingga 20 persen sampai 30 persen, serta pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif.

"Soal kritik di film Pesta Babi itu ya hak demokrasi menyatakan pendapat dalam bentuk kreativitas film. Yang salah adalah jika hal tersebut dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan agenda politik terselubung," tuturnya.

Mengenai lingkungan dan hutan, dia berpendapat pemerintah pasti sudah memiliki kajian dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan proyek itu.

Dia pula menegaskan dalam situasi tekanan global yang berefek pada kondisi ekonomi Indonesia saat ini, seluruh pihak perlu membangun narasi-narasi optimisme dan bukan malah melakukan provokasi.

Baca juga: PSN Merauke libatkan masyarakat Kampung Wanam

Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan menunjukkan kemajuan signifikan dengan sejumlah fasilitas utama telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.

Salah satu warga Papua, Tarsan Balagaize, mengaku bersyukur atas pembangunan yang kini menjangkau hingga ke kampung dan dusun mereka.

Menurut dia, manfaat proyek tersebut tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kami saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” kata Tarsan.

Ia menilai program pembangunan dari pemerintah pusat akan membuka peluang kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan makmur.

Selain itu, kata dia, warga setempat juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur.

Wanam kini diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah baru seluas satu juta hektare.

PSN itu bukan sekadar membuka lahan pertanian, melainkan membangun ekosistem kehidupan baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara. Kunci dari seluruh ekosistem tersebut berupa konektivitas.

Baca juga: Pembangunan jalan akses di Merauke dikebut dukung program food estate

Baca juga: Dermaga logistik PSN Wanam capai 93 persen

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |