Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melibatkan sebanyak 100 pelajar SMA dan SMK dalam "Dialog Interaktif Pencegahan Tawuran" dalam rangka menekan angka tawuran remaja yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
"Memang kebetulan yang diundang dialog itu anak-anak sekolah dari swasta, sebanyak 100 siswa, nanti ke depannya juga akan merambat ke sekolah negeri. Tujuannya salah satunya pencegahan tawuran," kata Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dialog interaktif ini diselenggarakan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur.
Kusmanto menyoroti pentingnya pembinaan dan edukasi kepada pelajar agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif seperti tawuran maupun penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan pemerintah bersama aparat keamanan dan para pemangku kepentingan untuk membangun kesadaran pelajar mengenai dampak buruk tawuran.
Apalagi, keterlibatan pelajar secara langsung dalam dialog interaktif menjadi langkah penting untuk membangun partisipasi aktif generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
"Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini menambah pemahaman peserta tentang pentingnya upaya peningkatan pencegahan tawuran. Kedua, dihasilkannya rumusan dan masukan peserta sebagai wujud partisipasi dalam pencegahan tawuran," ucap Kusmanto.
Baca juga: Tekan tawuran, Pramono akan tambah arena ring tinju di Jakarta
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap angka tawuran pelajar di Jakarta Timur dapat terus ditekan. Selain itu, terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman diharapkan mampu mendukung perkembangan generasi muda yang lebih produktif dan berprestasi.
Dia berharap, para siswa dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai motivasi untuk lebih fokus pada pendidikan dan masa depan mereka. Para pelajar memiliki tanggung jawab utama untuk belajar dan mempersiapkan diri menuju jenjang pendidikan maupun kehidupan yang lebih baik.
"Jangan terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat atau merugikan seperti tawuran, narkoba dan yang lainnya. Jadi, Anda atau anak-anak tugasnya adalah sebagai pelajar, ya belajar. Siapkan kondisi fisik, mental supaya bisa masuk sekolah jenjang lebih baik," jelas Kusmanto.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang berasal dari berbagai latar belakang. Hadir sebagai pembicara antara lain Kasat Intel Polres Metro Jakarta Timur AKBP Yenmiko Sianturi, motivator trainer dan coach Hadi Suhandi Saja, serta fasilitator Hebat Facilitation Fauzan Ahmad.
Para narasumber memberikan pemahaman terkait bahaya tawuran, pentingnya membangun karakter positif, hingga cara mengendalikan emosi dan pergaulan di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Adapun para peserta berasal dari sejumlah sekolah swasta di Jakarta Timur, di antaranya SMA Muhammadiyah 11, SMA Diponegoro 1, SMA Cahaya Sakti, SMA Muhammadiyah 12, SMA Bina Pangudi Luhur I, SMK Satya Bhakti 1, SMK Kemala Bhayangkari, SMK Dinamika Pembangunan 1, dan SMK Cipta Karya.
Baca juga: Sasana tinju di kolong "flyover" Pasar Rebo jadi wadah cegah tawuran
Baca juga: Polisi selidiki tawuran remaja di Duren Sawit Jaktim
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































