Jakarta (ANTARA) - Analis intelijen dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro menilai Polri sudah menunjukkan kinerja yang konsisten dalam memberantas narkoba.
Itu dikatakan Ngasiman kala menanggapi capaian Polri yang telah menangani 49.306 kasus selama satu tahun terakhir.
"Saya kira Polri masih konsisten dalam pemberantasan narkoba sampai tahun ini. Ini kita patut apresiasi," kata Ngasiman saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Rabu.
Menurut Ngasiman, apa yang telah dilakukan Polri selaras dengan semangat pemberantasan narkoba yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto seperti tertuang dalam Astacita.
Tidak hanya konsisten di bidang pemberantasan narkoba, Ngasiman mengatakan Polri juga konsisten dalam menjalankan program pemerintah di bidang kerakyatan yakni makan bergizi gratis.
Hal itu terlihat dari banyaknya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Polri. Ngasiman berharap dua kewajiban yang saat ini diemban Polri yakni di bidang penegakan hukum dan program kerakyatan dapat dijalankan dengan maksimal demi terciptanya keamanan sekaligus kemakmuran bagi rakyat.
"Kita berharap, selain penegakan hukum juga perlu ditingkatkan program pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat," jelas Ngasiman.
Baca juga: Kapolri sebut pemusnahan 214,84 ton narkoba tindak lanjut Astacita
Polri menangani 49.306 kasus narkoba pada periode Oktober 2024–Oktober 2025 atau selama satu pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Selama periode Oktober 2024 sampai dengan Oktober 2025, Polri melakukan mengungkapkan 49.306 kasus narkoba yang melibatkan 65.572 tersangka,” kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam acara Pemusnahan Barang Bukti Narkoba yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu.
Dari pengungkapan puluhan ribu kasus tersebut, imbuh Kapolri, disita barang bukti narkoba dari berbagai jenis dengan total sebanyak 214,84 ton.
Kapolri merinci, barang bukti tersebut terdiri dari 186,7 ton ganja, 9,2 ton sabu, 1,9 ton tembakau gorila, 2,1 juta butir ekstasi, 13,1 juta butir obat keras, 27,9 kilogram ketamin, 34,5 kilogram kokain, 6,8 kilogram heroin, 5,5 kilogram THC, 18 liter etomidate, 132,9 kilogram hasis, 1,4 juta butir happy five, dan 39,7 kilogram happy water.
“Jumlah tersebut apabila dikonversi dalam bentuk uang, maka nilainya setara dengan Rp29,37 triliun,” katanya.
Jenderal polisi bintang empat itu juga menyebut bahwa pengungkapan barang bukti tersebut dapat menyelamatkan kurang lebih 629,93 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba apabila barang bukti tersebut sampai lolos dan beredar di masyarakat.
“Polri berkomitmen akan terus meningkatkan upaya dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba dengan memperkuat pencegahan serta penegakan hukum yang tegas dan profesional,” ucapnya.
Pada Rabu ini, Presiden RI Prabowo Subianto hadir secara langsung dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak 214,84 ton yang senilai Rp 29,37 triliun.
Kegiatan ini menunjukkan satu tahun pelaksanaan kebijakan nyata Presiden yang berdampak langsung bagi rakyat, yaitu melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba.
Turut hadir sejumlah pejabat dalam acara ini seperti, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Hakim Agung Mahkamah Agung Yanto, Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam dan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Ada juga sejumlah menteri dan kepala lembaga seperti Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Mendagri Tito Karnavian, Kepala BGN Dadan Hindayana, Menkum Supratman Andi Agtas, Menteri Impas Agus Andrianto hingga Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan
Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat utama (PJU) Mabes Polri, di antaranya Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono, hingga sejumlah kapolda.
Baca juga: Prabowo: Tidak boleh ada mafia di sistem pemerintahan
Baca juga: Prabowo tegaskan Polri dan TNI harus jadi polisi dan tentara rakyat
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































