Jakarta (ANTARA) - Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” menjadi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia kepada seluruh kepala daerah untuk memperkuat keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan guna pembangunan berkelanjutan.
“Kita ini warga Jakarta, sehingga kita harus bertanggung jawab dan bekerja untuk kota kita. Ketika kita membantu Gubernur, sejatinya kita membantu diri sendiri. Yang mengotori Jakarta adalah kita, maka yang harus membersihkannya juga kita,” kata JK di Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan, sedikitnya 120 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu terlibat langsung dalam aksi bersih ini. Para relawan tidak hanya membantu proses pembersihan, tetapi juga melakukan promosi kesehatan lingkungan dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Relawan PMI se-DKI Jakarta turut ambil bagian dalam kegiatan kerja bakti massal “Jaga Jakarta Bersih” yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman.
Baca juga: PMI Sumut layani warga pascabencana banjir di Tapanuli Selatan
Dia menyebutkan, kegiatan kerja bakti massal dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu, melibatkan perangkat daerah, pemerintah kota/kabupaten administrasi, serta partisipasi aktif masyarakat. Fokus kegiatan meliputi pembersihan lingkungan, sungai, saluran air, waduk, kawasan permukiman, dan ruang publik strategis lainnya.
JK turun langsung bersama relawan dan masyarakat di salah satu lokasi kegiatan, yaitu Pintu Air Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Ia menegaskan menjaga kebersihan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama seluruh warganya.
Menurut dia, upaya membantu pemerintah dalam menjaga lingkungan sama artinya dengan membantu diri sendiri, karena dampak dari lingkungan yang kotor dan banjir pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menambahkan bahwa sungai, selokan di depan rumah, ruko, dan kantor harus dibersihkan agar air bisa mengalir sehingga tidak mengakibatkan banjir.
Baca juga: PMI distribusikan 2,2 juta liter air bersih untuk korban bencana Aceh
“Jika banjir terjadi, yang paling terdampak adalah rakyat kecil. Kerugiannya besar, toko dan warung tutup, kendaraan terhambat, dan aktivitas usaha terganggu. Ini kota kita, jadi kita yang harus bertanggung jawab menjaganya,” ujarnya.
Kegiatan kerja bakti massal “Jaga Jakarta Bersih” dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB secara serentak dan terkoordinasi di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, disiapkan total peralatan berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak sorong, dan 3.000 karung. Setiap kota administrasi memperoleh masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak sorong, dan 600 karung.
Dia berharap aksi kolaborasi antarlembaga ini dapat berkontribusi pada terwujudnya Jakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca juga: Jusuf Kalla ajak warga cegah banjir lewat gerakan Jaga Jakarta Bersih
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































