Menpora komitmen kawal cabang olahraga tenis hingga Olimpiade

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal atlet tenis nasional menuju panggung Olimpiade.

Erick menyampaikan bahwa tenis kini telah resmi menjadi bagian dari 21 cabang olahraga unggulan nasional berdasarkan arahan Presiden. Hal itu berimplikasi pada penyusunan anggaran yang difokuskan secara spesifik untuk mengejar prestasi di level dunia.

"Bapak Presiden sudah memasukkan tenis menjadi 21 cabor unggulan. Di mana kita juga sudah mulai susun budgeting, ada yang memang fokus untuk Olimpiade, untuk atlet A, B, C, D, saya enggak bisa ngomong namanya," kata Erick saat ditemui usai laga playoff Piala Davis di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa pengawalan menuju Olimpiade dilakukan melalui pengelompokan kategori atlet yang disesuaikan dengan target masing-masing ajang internasional.

"Jadi memang sesuai dengan pola daripada pendanaan yang kita punya, terbatas memang. Tetapi dengan keterbatasan ini jangan kita mengeluh. Justru kita sekarang bikin pola targeting system dengan KPI-KPI tadi. Jadi masing-masing atlet punya targetnya sendiri-sendiri," ujar Erick.

Baca juga: Pelti siapkan program Road To Olympic dorong petenis ke Olimpiade 2028

Menpora juga menjamin bahwa kebutuhan atlet tenis untuk mengikuti sirkuit internasional guna mengumpulkan poin menuju kualifikasi Olimpiade akan didukung penuh.

Ia memastikan bahwa keunikan karakteristik tenis yang membutuhkan banyak turnamen luar negeri telah dipahami oleh pihak pemeriksa keuangan.

"Tenis, seperti bulu tangkis, itu kan sirkuit atau turnamen. Artinya berbeda dengan olahraga yang lain. Nah, keunikan ini yang kita Alhamdulillah punya kesepakatan antara kami, Kejaksaan, dan BPKP. Sehingga para atlet, para federasi, ya tenis ataupun yang 21 cabor enggak perlu ragu-ragu," kata Erick.

Lebih lanjut, Menpora menekankan bahwa pemerintah tidak hanya mengawal dari sisi teknis pertandingan, tetapi juga kesejahteraan jangka panjang, mulai dari pemberian beasiswa LPDP hingga dana pensiun bagi atlet yang berprestasi di level tersebut.

Baca juga: Menpora sebut beasiswa LPDP atlet diperbaiki mencakup program sarjana

"Jadi kita bener-bener pemerintah sekarang, tentu arahan Bapak Presiden, kita bener-bener membina atlet itu tidak pada saat mereka berjaya saja, tetapi sesudah tidak berjaya tidak dilupakan," ujar Erick.

Ia berharap Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) serius dalam mengeksekusi program pembinaan tersebut agar target menuju Olimpiade maupun kembali ke Grup I Dunia Piala Davis dapat terealisasi.

"Kita pasti mengawal. Yang penting dari PELTI, dari para atlet, tadi fokus saja di prestasi. Secara administrasi kita sudah protect, tinggal transparansi. Bahwa tadi, masing-masing atlet punya target yang berbeda-beda sesuai dengan anggaran yang kita bisa biayai," pungkas Erick.

Baca juga: Indonesia promosi ke Grup II Dunia Piala Davis usai tekuk Togo 4-0

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |