Jakarta (ANTARA) - Manchester United turun ke posisi terendah sepanjang sejarah mereka pemeringkatan tahunan klub sepak bola dunia berdasarkan pendapatan Deloitte Football Money League League 2026, sementara Real Madrid menempati posisi teratas dengan pendapatan tertinggi di dunia sepak bola.
Real Madrid mencatatkan pendapatan rekor sebesar 1,2 miliar euro, sekaligus memimpin daftar 20 klub dengan total pendapatan gabungan mencapai 12,4 miliar euro, naik 11 persen dibandingkan musim sebelumnya. Barcelona menempati posisi kedua, diikuti Bayern Munich di peringkat ketiga dan Paris Saint-Germain di urutan keempat, menjadikan untuk pertama kalinya tidak ada klub Inggris di empat besar Money League, demikian dikutip dari ESPN.
Manchester United turun ke peringkat delapan, posisi terendah mereka dalam 29 edisi Money League, dan kini menjadi klub Inggris keempat di bawah Liverpool, Manchester City, dan Arsenal.
Liverpool menjadi klub Inggris dengan pendapatan tertinggi dengan menempati posisi kelima.
Pemimpin Sports Business Group Deloitte, Tim Bridge, mengatakan peluang Manchester United secara komersial masih terbuka lebar.
“United masih bisa dibilang sebagai merek klub sepak bola global terbesar, dan karena itu mereka memiliki kesempatan untuk memaksimalkannya dengan cara yang hanya mungkin bagi segelintir klub,” ujar Bridge.
Namun Bridge menilai kondisi saat ini berbeda dibanding satu dekade lalu. Ia menyebut, “Jika Anda melihat pendapatan hari pertandingan Manchester United 10 atau 15 tahun lalu, mereka adalah pemimpin industri. Jika melihat kemampuan mereka menghasilkan pendapatan komersial, itu menjadi tolok ukur. Saya tidak berpikir hal itu masih berlaku sekarang.”
Laporan Deloitte mencatat, penurunan Manchester United dipengaruhi oleh turunnya pendapatan siaran dari 258 juta euro menjadi 206 juta euro, seiring absennya mereka dari Liga Champions musim 2024–2025. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya partisipasi di kompetisi Eropa musim berjalan.
Selain itu, United diperkirakan mencatat pendapatan hari pertandingan lebih rendah karena hanya akan memainkan 20 laga kompetitif di Old Trafford pada musim 2025–2026, setelah gagal melangkah jauh di kompetisi piala domestik.
Secara keseluruhan, pendapatan komersial menjadi sumber utama klub-klub Money League dengan kontribusi 43 persen, sementara pendapatan hari pertandingan menjadi yang tumbuh paling cepat, naik 16 persen secara tahunan. Pendapatan siaran menyumbang 38 persen, dengan klub-klub peserta Piala Dunia Antarklub FIFA mencatat kenaikan hingga 17 persen.
Sebanyak sembilan klub Liga Inggris masuk dalam 20 besar Money League, yakni Liverpool (5), Manchester City (6), Arsenal (7), Manchester United (8), Tottenham Hotspur (9), Chelsea (10), Aston Villa (14), Newcastle United (17), dan West Ham United (20). Manchester City sendiri mencatat posisi keenam, yang menjadi peringkat terendah mereka sejak musim terdampak pandemi COVID-19 2019–2020.
Deloitte menilai klub-klub Liga Inggris berpeluang membaik pada Money League 2027 seiring dimulainya kontrak siaran baru hingga 2029, namun Bridge menegaskan bahwa keberhasilan jangka panjang tetap menuntut kombinasi prestasi di lapangan dan diversifikasi pendapatan di luar pertandingan.
Baca juga: Manchester United tunjuk Michael Carrick sebagai pelatih sementara
Penerjemah: Aditya Ramadhan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































