Penanganan banjir harus dijadikan bagian dari ketahanan kota

3 months ago 31

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Koalisi Jakarta Present Taufik Tope Rendusara mengatakan penanganan banjir dan perawatan pohon harus ditempatkan dalam kerangka besar ketahanan kota dan keselamatan warga, bukan sekadar urusan teknis belaka.

"Kegagalan membaca persoalan sebagai sistem yang saling berkait hanya akan membuat Jakarta berputar di lingkaran masalah yang sama," kata Taufik di Jakarta, Minggu.

Setiap kali musim hujan tiba, kata dia, Jakarta kembali memperlihatkan rapor genangan muncul di titik-titik rawan. Selain itu juga terdapat pohon tumbang, yang juga menelan korban jiwa.

Pola berulang ini kata dia, menandakan bahwa kerentanan kota belum tertangani tuntas, bukan semata akibat curah hujan tinggi, melainkan hasil dari tata ruang yang makin sempit, terfragmentasi, dan jauh dari prinsip keberlanjutan.

"Gubernur Pramono Anung mewarisi persoalan klasik yang menumpuk dari banyak periode. Namun, setiap krisis selalu menyimpan peluang," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Taufik, kolaborasi lintas sektor menjadi mutlak. Pemerintah daerah, komunitas warga, akademisi, hingga dunia usaha perlu duduk dalam satu meja.

Baca juga: BNPB: Penanganan banjir Semarang tunjukkan hasil positif

Selain itu, data harus dibuka, proses transparan, dan keputusan dapat dipertanggungjawabkan. Perawatan pohon, revitalisasi drainase, serta pembenahan tata ruang tak boleh hanya muncul saat darurat, melainkan dijalankan sebagai siklus kerja yang terencana dan berkelanjutan.

Jakarta, lanjut Taufik, membutuhkan kepemimpinan yang memberi ruang partisipasi, mendengar publik, dan menggerakkan kesadaran ekologis warga. Dengan pola kerja seperti itu, hujan tak lagi dilihat sebagai ancaman tahunan, tetapi sebagai pengingat bahwa manusia dan alam bisa hidup berdampingan.

"Warisan banjir dan pohon tumbang bukan alasan untuk menengok ke belakang dengan penyesalan. Ia harus menjadi pijakan untuk melangkah ke depan. Dari pelajaran itulah arah baru Jakarta dapat ditata menjadi kota yang lebih tangguh, lebih hijau, dan lebih manusiawi," katanya menambahkan.

Baca juga: Bantuan logistik disalurkan kepada 2.120 korban banjir di Lumajang

Baca juga: Perlu dilakukan mitigasi pohon tumbang di Jakarta

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |