Pemprov Sumut berhasil tingkatkan derajat kesehatan masyarakat

1 hour ago 3

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sumut melalui penguatan program kesehatan yang terintegrasi.

"Keberhasilan ini tidak terlepas peran besar Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution lewat penguatan program kesehatan terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat," ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Faisal Hasrimy di Medan, Jumat.

Melalui visi Kolaborasi Sumut Berkah, lanjut dia, sejumlah target indikator makro kesehatan, seperti meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH), dan turunnya Angka Kematian Ibu (AKI) yang signifikan hingga melampaui target nasional.

Pihaknya mengatakan, terdapat tujuh indikator kinerja utama, lima di antaranya direalisasikan dengan capaian di atas 100 persen.

"Ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan pendekatan holistik dilakukan bersama instansi pusat, provinsi hingga kabupaten/kota penguatan sistem layanan kesehatan terintegrasi di Sumut,” ujar Faisal.

Baca juga: Gubernur Sumut minta blackout listrik di Sumatera tak terulang lagi

Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) pada 2025 telah direviu Inspektorat Provinsi Sumut, ungkap dia, mayoritas indikator kinerja utama program kesehatan melampaui target yang ditetapkan.

Salah satunya indikator makro pembangunan kesehatan, yakni meningkatnya UHH masyarakat Sumut mencapai 74,19 tahun atau melampaui target perjanjian kinerja 74,01 tahun dengan capaian 100,24 persen pada 2025.

"Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. UHH pada 2024 sebesar 73,90 tahun, dan tahun 2023 sebesar 73,67 tahun. Ini penanda kualitas hidup, dan akses terhadap fasilitas kesehatan di Sumut semakin membaik," jelas Faisal.

Ia mengatakan, bahwa prestasi paling menonjol terjadi peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan AKI di Sumut ditekan hingga mencapai 45,38 per 100.000 kelahiran hidup.

"Ini jauh lebih baik dari target awal 65,78 per 100.000 kelahiran hidup atau capaian 131,01 persen. Capaian ini jauh di bawah rata-rata nasional pada 2025 tercatat 85,17 per 100.000 kelahiran hidup," paparnya.

Baca juga: Gubernur Sumut tegas tolak teken proyek OPD yang "mark-up" anggaran

Penurunan AKI di Sumut ini, kata dia, turut juga diiringi membaiknya Angka Kematian Bayi (AKB) terealisasi sekitar 3,20 per 1.000 kelahiran hidup atau lebih baik dari target 3,28 per 1.000 kelahiran hidup dengan capaian 102,44 persen.

"Implementasi wajib pelaporan by name by address melalui Aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) dari Kementerian Kesehatan terbukti efektif membantu fasilitas layanan kesehatan untuk merespons cepat potensi risiko kematian ibu dan bayi,” tegas Faisal.

Pihaknya juga memperluas jaminan perlindungan kesehatan masyarakat Sumut dengan indikator cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekitar 100,67 persen dari target 98,6 persen.

Dengan capaian tersebut, Sumatera Utara mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC), sehingga masyarakat tidak lagi terkendala biaya saat berobat.

"Dari sisi mutu pelayanan, persentase fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), seperti puskesmas dan rumah sakit meraih akreditasi paripurna menjadi 53,96 persen melampaui target 41,1 persen dengan capaian 131,29 persen," tutur Faisal.

Baca juga: BNPB: Puting beliung melanda Medan di tengah status transisi darurat

Baca juga: Bulog Sumut salurkan bantuan pangan 485.880 penerima manfaat

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |