Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau memperluas cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyasar total target penerima mencapai 2.010.204 jiwa dengan jangkauan tak hanya anak sekolah.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi menjelaskan bahwa tahun ini, sesuai dengan kebijakan dari pemerintah pusat, penambahan penerima manfaat menjangkau anak usia sekolah yang putus sekolah, tenaga pendidik, hingga lanjut usia.
"Ada anak usia sekolah yang tidak sekolah, itu menjadi bagian dari sasaran. Penambahan ini agar mereka yang putus sekolah atau berada di panti asuhan bisa menerima manfaat," katanya di Pekanbaru, Senin.
Sekda yang juga Ketua Satuan Tugas MBG Riau menyampaikan, anak usia sekolah harus mendapatkan gizi yang cukup. Dengan begitu gizi yang mereka terima setiap harinya bisa menambah pengetahuan tentang pola makan yang sehat.
"Ada anak yang tidak makan sayur, ada yang ga pernah dia makan buah, jadi pernah. Jadi bisa meningkatkan pasokan gizi dan mereka bisa mengerti bagaimana pola makan yang sehat," ungkapnya.
Selain anak sekolah, tenaga pendidik dan guru juga akan menjadi penerima manfaat bersama dengan anak-anak di sekolah. Mulai dari tenaga kebersihan hingga sekuriti sekolah.
Baca juga: Penerima MBG di Kota Tangerang tercatat 100.753 siswa
Kategori lain penerima manfaat lainnya ialah lansia. Untuk kategori tersebut ia katakan masih menunggu keputusan untuk rentang usia penerima manfaatnya hingga cara pendistribusian.
Ia menambahkan, distribusi untuk anak-anak bisa melalui sekolah, namun lansia tersebar luas. Untuk itu hal tersebut masih membutuhkan kesiapan yang lebih matang.
Ia berharap, program MBG bisa sama-sama dikawal. Pemprov Riau selalu terbuka untuk menerima masukan atas semua kekurangan dan kendala yang harus dievaluasi dalam program ini.
Baca juga: BGN: Antisipasi kenaikan harga telur, MBG bisa gunakan protein lain
Baca juga: Kemenkes sebut kasus keracunan MBG sudah menurun drastis
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































