Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) memberikan tambahan biaya hidup (living cost) sebesar Rp1,152 miliar kepada jamaah calon haji asal provinsi itu sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap kelancaran ibadah haji tahun ini.
"Tambahan living cost untuk 768 calon haji tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan jamaah selama menjalankan ibadah haji," kata Gubernur Malut Syerly Tjoanda Laos disela pelepasan jamaah calon haji Kloter 13 asal Maluku Utara di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Menurut dia, tambahan biaya hidup yang diberikan selain dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) itu sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dia juga menyampaikan pesan pada jamaah bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga: PPIH Embarkasi Makassar bagikan uang saku Rp3,4 juta bagi calon haji
“Saya titipkan seluruh jamaah calon haji Maluku Utara kepada bapak dan ibu pendamping agar bisa didampingi dengan baik. Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan batin menuju kedekatan dengan Tuhan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh tamu undangan untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Menurutnya, momen keberangkatan haji merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan spiritual dan menemukan makna kedekatan dengan Sang Pencipta.
Gubernur menegaskan pelayanan terhadap jamaah haji bukan hanya tanggung jawab administratif, melainkan juga tanggung jawab kemanusiaan. Ia mengaku bersyukur memiliki wakil gubernur yang berpengalaman dan peduli terhadap pengelolaan haji di Maluku Utara.
Baca juga: BSI: Transaksi penukaran mata uang SAR naik 57,18 persen di musim haji
“Wakil gubernur kami memiliki pengalaman selama empat tahun di Kanwil Kementerian Agama, sehingga sangat memahami seluruh prosedur penyelenggaraan haji. Setiap tahun kami memastikan seluruh jamaah mendapatkan pelayanan terbaik hingga tiba di Embarkasi Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia menambahkan kehadirannya langsung di Asrama Haji Makassar tahun ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh fasilitas bagi jamaah, mulai dari pemeriksaan kesehatan, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesiapan teknis lainnya.
Selain itu Gubernur Syerly juga menyampaikan keyakinannya bahwa doa-doa yang dipanjatkan jamaah di Tanah Suci memiliki kekuatan besar, tidak hanya bagi pribadi masing-masing, tetapi juga bagi kemajuan daerah Maluku Utara.
Baca juga: PPIH Surabaya: 12.140 calon haji berangkat ke Tanah Suci tepat waktu
Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































