Banjarbaru (ANTARA) - Tahun 2025 bisa dikatakan menjadi tahun keemasan bagi Polda Kalimantan Selatan.
Bagaimana tidak, sederet prestasi bergengsi di level nasional berhasil diraih berkat kinerja yang dinilai mampu mengolaborasikan antara polisi sebagai aparat penegak hukum dan polisi sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Hampir tidak ada peristiwa pidana yang menonjol tahun ini, selain kebersamaan polisi dan masyarakat untuk sama-sama memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) mendukung terwujudnya Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan selaku Kapolda Kalimantan Selatan telah memimpin komando transformasi dari polisi represif menjadi polisi prediktif, proaktif, dan kolaboratif.
Kuncinya, masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan setiap langkah aparat penegak hukum selalu didasari semangat memberikan keadilan.
Hal ini sejalan dengan konsep pemolisian modern, pendekatan yang tidak hanya berbasis hukum tetapi juga menekankan interaksi sosial positif dengan masyarakat.
Berkat penerapan pemolisian modern ini pula, sehingga hasilnya dapat mewujudkan Kalimantan Selatan kondusif sepanjang tahun ini.
Tolak ukurnya bisa dilihat dari jumlah pidana atau kejadian kejahatan yang turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun ini Polda Kalsel mencatat terjadi 5.538 kejahatan, turun 412 kasus atau 6,92 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 5.950 kasus.
Kejahatan konvensional masih mendominasi yakni 3.769 kasus, atau turun 271 (6,71 persen) dibanding 2024 yang sebanyak 4.040 kasus.
Begitu juga kejahatan transnasional turun 135 kasus atau 7,57 persen dari 1.783 di 2024 menjadi 1.648 tahun ini.
Sementara kejahatan terhadap kekayaan negara turun 6 kasus atau 4,76 persen dari 126 di 2024 menjadi 120 di 2025.
Gangguan keamanan yang berpotensi memicu gesekan di masyarakat juga berhasil diredam.
Baca juga: Aksi nyata berbuah prestasi dari Irjen Yudha
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































