Pemkot Jakpus ajak warga kembali pilah sampah dari sumbernya

7 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat mengajak masyarakat untuk kembali pilah sampah dari sumbernya, mengingat saat ini sedang kondisi darurat sampah setelah adanya di Bantargebang.

"Kegiatan pilah sampah ini sebenarnya bukan barang baru karena ini sudah dilakukan dari tahun 2020," kata Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (Kabag PKLH) Setko Administrasi Jakarta Pusat Martua Sitorus di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa kali ini pemilihan sampah merupakan gerakan massal yang sudah dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 10 Mei lalu.

Menurut dia, Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 adalah kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber sebagai langkah strategis untuk mengurangi volume sampah langsung dari tingkat rumah tangga.

"Mungkin Pak RW atau Bu RW yang lama pernah menerima ember, karung, timbangan yang waktu itu dibagi oleh Sudin LH karena ini berdasarkan Pergub Nomor 77 Tahun 2020 waktu itu instruksinya bahwa setiap warga itu harus membuat rumah memilah di dalam satu lingkungan RT dan nanti berkembang ke RW," ujarnya.

Hanya saja kata dia, gerakan tersebut memang belum berjalan maksimal, maka gerakan ini harus digaungkan kembali karena sekarang ini sampah sedang kondisi darurat bermula dari kejadian di Bantargebang yang sudah overload untuk penerimaan sampah.

Martua pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama mengatasi permasalahan sampah di Jakarta khususnya Jakarta Pusat.

"Sebab kalau hanya pemerintah saja yang berusaha tidak akan mungkin bisa menuntaskan permasalahan ini. Oleh sebab itu, perlu adanya kerja sama dari seluruh unsur masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa program pilah sampah dari sumbernya diharapkan mengurangi beban pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Secara resmi Pemerintah Jakarta mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Dan kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah," kata Pramono (10/5).

Menurut dia, ketika program pilah sampah berjalan efektif, maka permasalahan sampah yang selama ini terjadi di Jakarta dapat ditangani dengan cepat karena jika sampah organik dan anorganik terpisah tentu bisa mengurangi beban pembuangan sampah ke TPST Bantargebang dan sampah yang dikirim nantinya hanya residunya saja.

Baca juga: Kota yang memungut masa depan

Baca juga: Menteri LH: Warga Jakarta harus transformasi pengolahan transformasi

Baca juga: Mendiktisaintek dorong kampus lebih inovatif lakukan daur ulang sampah

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |