Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengimbau kelompok rentan membatasi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan abu vulkanik yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Bogor, Minggu, mengatakan masyarakat sebaiknya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah karena partikel debu halus berpotensi berdampak terhadap kesehatan, khususnya anak-anak.
"Saya mengimbau sebagai pemerintah dan warga Bogor, alangkah baiknya menggunakan masker pada saat aktivitas keluar rumah. Debu halus ini bisa berbahaya terutama untuk anak-anak," kata Jenal.
Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memasifkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kondisi tersebut agar langkah mitigasi dan pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
Menurut dia, Pemerintah Kota Bogor juga terus memperbarui informasi mengenai sebaran abu vulkanik dan dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi khusus untuk membahas penanganannya.
"Lebih baik kita mencegah atau menghindari daripada nanti terkena penyakit yang justru merugikan kita. Imunitas harus dijaga juga," ujarnya.
Kepala Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan paparan abu vulkanik perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, kata dia, disarankan menggunakan masker dengan benar untuk mengurangi risiko menghirup partikel debu halus.
Perhatian lebih diperlukan bagi kelompok rentan, yakni anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma maupun penyakit pernapasan lainnya.
"Bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya, disarankan untuk lebih membatasi aktivitas di luar ruangan," kata Erna.
Selain menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut dengan baik, Dinkes meminta masyarakat menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah apabila terjadi hujan abu.
Masyarakat juga disarankan menggunakan kacamata untuk melindungi mata ketika berada di luar ruangan serta memastikan makanan dan air minum tertutup agar tidak terkontaminasi debu.
Erna meminta warga segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan setelah terpapar debu.
"Apabila ada yang mengalami sesak napas, iritasi mata berat, atau keluhan kesehatan lainnya untuk segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan," katanya.
Baca juga: Belitung aman dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Baca juga: Dinkes Depok imbau warga lindungi diri dari paparan abu vulkanik
Baca juga: Dinkes Bogor ingatkan risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































