Bakom minta masyarakat merujuk sumber resmi terkait dampak erupsi

1 hour ago 3
Bakom mengimbau masyarakat merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah, dan tidak meneruskan kabar-kabar seperti potensi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat hanya merujuk kepada informasi resmi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau dan tidak menyebarkan kabar mengenai potensi tsunami dari sumber tidak resmi.

Dalam konferensi pers pembaharuan informasi terbaru mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau dipantau daring dari Jakarta, Minggu, Kepala Bakom RI Qodari menjelaskan pemerintah terus memantau kondisi pascaerupsi gunung berapi yang terletak di Selat Sunda itu dan akan melakukan pembaruan informasi mengenai dampaknya kepada aktivitas masyarakat.

"Bakom mengimbau masyarakat merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah, dan tidak meneruskan kabar-kabar seperti potensi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi. Pemerintah terus memperbarui informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala, melalui kanal-kanal resmi, dan setiap perkembangan disampaikan langsung kepada publik," ujar Qodari.

Baca juga: PVMBG Kementerian ESDM pastikan terus pantau aktivitas Anak Krakatau

Qodari menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah terus memantau kondisi saat ini yang melibatkan kementerian/lembaga terkait.

Beberapa lembaga terkait seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah dan berbagai pihak lain terus melakukan pembaruan mengenai situasi terkini.

"Badan Komunikasi Pemerintah RI memastikan komunikasi pemerintah berjalan dengan satu narasi, cepat dan berbasis data. Informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait akan disinkronkan agar publik dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai apa yang terjadi, apa dampaknya, langkah pemerintah, dan apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat," tuturnya.

Baca juga: Erupsi GAK, Menhub minta maskapai informasikan pembatalan penerbangan

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers yang sama menyatakan saat ini enam bandara ditutup sementara akibat terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sejak pagi hari ini, Kementerian Perhubungan telah menutup lima bandara yaitu Bandara Radin Inten Lampung, Soekarno-Hatta Jakarta, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe Jakarta, serta Budiarto Curug Tangerang.

Namun setelah pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak abu vulkanik sehingga operasional penerbangan di bandara tersebut turut dihentikan sementara.

Baca juga: Prabowo pantau erupsi Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |