Pemkot Banjarmasin salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir

1 month ago 22

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir rob di wilayah Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, di Banjarmasin, Sabtu, menyampaikan bahwa wilayah tersebut sejak kemarin malam mengalami banjir rob karena air pasang tinggi ditambah intensitas hujan tinggi.

Sebagian wilayah, kata Yamin, mengalami banjir rob yang cukup parah salah satunya di Sungai Lulut pada RT 08 RW 01 dengan ketinggian air sekitar setengah lutut kaki orang dewasa.

"Hari ini secepatnya kita salurkan bantuan logistik bagi korban di sana," ujarnya.

Yamin yang ikut ke lokasi penyaluran bantuan bagi korban terdampak banjir rob tersebut menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan perhatian besar bagi bencana ini.

Meskipun kondisinya bukan bencana berskala banjir besar, kata dia, warga terdampak tetap mengalami kesulitan.

Apalagi wilayah Kelurahan Sungai Lulut memiliki sedikitnya lima sungai yang saling terhubung dengan Sungai Martapura yang ujungnya muara Sungai Barito.

Sungai Lulut berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar, sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas daerah.

Baca juga: 58 titik wilayah Kota Banjarmasin terdampak banjir rob

"Kita berharap ke depan ada kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kabupaten Banjar, terutama dalam upaya normalisasi dan perbaikan aliran sungai,” ujarnya.

Dia menambahkan, normalisasi dan revitalisasi sungai diharapkan dapat dilaksanakan secara maksimal dan tidak dilakukan pada musim hujan atau saat air pasang, melainkan pada musim kemarau agar hasilnya lebih optimal.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami warga. Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus berkoordinasi. Tadi kami juga telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Balai Wilayah Sungai agar dapat melihat langsung kondisi warga di RT 08 Sungai Lulut," ujarnya.

Selain normalisasi sungai, Yamin menilai perlunya pembangunan saluran drainase multifungsi, yang tidak hanya berfungsi sebagai aliran air, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai akses jalan bagi warga, baik pejalan kaki maupun kendaraan roda dua, dengan sistem saluran tertutup.

Yamin juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim di bantaran sungai, agar tidak memperluas bangunan hingga melewati batas sempadan sungai.

“Kalau bangunan terus menjorok ke sungai, mungkin rumahnya terasa lebih luas, tetapi dampaknya mengganggu aliran sungai dan merugikan masyarakat secara luas. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: BPBD: Banjir rob berdampak ke semua kecamatan di Banjarmasin

Sebagai langkah tanggap darurat, sebuah mushalla dengan posisi lebih tinggi untuk sementara dijadikan tempat evakuasi warga, yang terhubung langsung dengan RT setempat. Warga yang terdampak kemungkinan akan bertahan di lokasi tersebut selama air masih pasang.

Pewarta: Sukarli
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |