Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi di daerah itu yang berdasarkan data berdampak terhadap 12.271 kepala keluarga.
"Penguatan koordinasi kita lakukan dalam rangka percepatan penanganan bencana alam," kata Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Pasaman Barat Setia Bakti usai menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana di Simpang Empat, Jumat.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jhon Edwar mengatakan berdasarkan data sementara per 27 November 2025 secara keseluruhan terdapat 12.271 kepala keluarga atau 73.729 jiwa terdampak banjir dan longsor di berbagai kecamatan.
Lalu sebanyak 388 kepala keluarga atau 894 jiwa mengungsi, satu orang meninggal dunia, dan 1.719 unit rumah mengalami kerusakan, termasuk dua unit rumah yang hanyut.
Kemudian sektor pendidikan dan pertanian tidak luput dari dampak dengan kerusakan pada 11 sekolah dan 510 hektare lahan pertanian.
Selain itu, terdapat 11 titik terban serta dua akses jalan yang terputus. Wilayah terdampak signifikan meliputi Kecamatan Ranah Batahan, Lembah Melintang, Sasak Ranah Pasisie, Kinali, dan Sungai Beremas.
Pemkab Pasaman Barat bersama Polres Pasaman Barat telah berkoordinasi untuk mempercepat pembukaan akses serta penanganan sumber mata air yang ikut tertutup oleh longsor di jalan yang putus di Talu, Kecamatan Talamau.
Baca juga: BPBD: Enam orang tertimbun longsor, satu orang selamat di Tinggam Talu
Baca juga: BPBD: Satu meninggal, 2.715 rumah terdampak bencana alam Pasaman Barat
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































