Jakarta (ANTARA) - Pemeran utama film "Pelangi di Mars" Messi Gusti (15) membagikan pengalaman saat menjalani proses pengambilan gambar (syuting) dengan teknologi tinggi dalam film tersebut.
Messi, yang telah terlibat dalam produksi film tersebut sejak kelas 5 SD pada tahun 2020, mengaku perlu berimajinasi ekstra saat syuting menggunakan teknologi realitas tertambah (extended reality/XR).
"Pada saat XR itu lumayan sulit, karena benar-benar enggak ada yang membantu. Kalau pada saat rekam gerak (motion capture) sebelumnya kan ada yang membantu, semacam aktor pengganti gerak (buddy actor)-nya gitu," ujar Messi saat acara konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat.
Messil menjelaskan bahwa dalam studio XR (virtual production), ia harus berjuang sendirian tanpa bantuan aktor lain.
Baca juga: Wajah baru film Indonesia, Ifan Seventeen ajak jadi saksi sejarah
"Kalau XR itu sama sekali enggak ada, jadi aku harus benar-benar mengingat lagi apa yang sudah aku lakukan pas lokakarya (workshop) sama motion capture," jelas sang aktris.
Sebelum syuting dimulai, ia mengaku sudah berlatih intensif bagaimana berakting dengan aktor pengganti gerak (buddy actor) sebelum benar-benar dimulai proses syuting dengan "motion capture".
Ia sudah mengetahui arah pergerakan robot saat ia sedang mengucapkan dialog sehingga syuting dengan "motion capture" dinilai tidak memiliki masalah yang berarti.
Baca juga: Terungkap, wajah pengisi suara robot-robot di film Pelangi di Mars
Namun, situasi berubah total saat ia berpindah ke set teknologi XR yang tidak memiliki bantuan "buddy actor" sama sekali.
Saat ditanya mengenai caranya membangun karakter kembali di depan kamera, ia menyebutkan peran penting sang sutradara.
"Masuk ke karakter lagi, aku sendiri banyak dibantu juga sama mas Upie (Upie Guava), aku tinggal bayangin lagi aja," tuturnya.
Baca juga: Kemenekraf dukung promosi film Pelangi di Mars bersama InJourney
Selama proses dialog, ia harus tetap fokus dengan reaksi lawan bicaranya dan di mana posisi masing-masing diingat.
Karena karakter robot dalam film itu digambarkan sangat aktif bergerak. "Mereka bisa tiba-tiba ada di belakang, terus ke depan," kata Messi.
Kemampuannya dalam membayangkan visual tersebut sangat menentukan kualitas adegan yang diambil.
Karena jika konsentrasinya tinggi, gerakan tubuhnya dapat terlihat alami saat berinteraksi dengan karakter robot-robot yang menemaninya sepanjang film "Pelangi di Mars".
Meskipun sulit, Messi merasa pengalaman memerankan karakter Pelangi di film tersebut banyak memberikan pengalaman baru di perjalanan karir aktingnya. Terlebih, sutradara Upie Guava terus memberikan arahan agar akting Messi tetap konsisten dengan cerita.
Baca juga: Film "Pelangi di Mars" siap tayang di bioskop pada momen Lebaran 2026
"Pelangi di Mars" adalah film keluarga dengan pengaturan waktu di tahun 2100, saat manusia Bumi mengeksplorasi Mars lebih jauh karena di dunia planet asal mereka saat itu sedang terjadi krisis air.
Dikembangkan selama lima tahun, produksi film "Pelangi di Mars" menggunakan teknologi Extended Reality (XR) untuk mendukung kedalaman penyampaian ceritanya.
Meskipun diproduksi di Studio DossGuavaXR dengan melibatkan animasi 3D dan robot interaktif, seluruh kecanggihan tersebut diposisikan semata-mata sebagai alat untuk memperkuat pesan dan emosi dalam film.
Narasi "pahlawan lahir dari keberanian" menjadi napas utama dari setiap adegan yang dihasilkan melalui proses panjang selama bertahun-tahun.
Nilai kepahlawanan yang lahir dari keberanian itu sudah bisa dirasakan dari cuplikan (trailer)-nya.
Penonton diajak mengikuti kisah Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars, karena ia terdampar bersama ibunya, Pratiwi (diperankan oleh aktris Lutesha).
Bersama teman-teman robotnya, Pelangi melanjutkan misi ibu Pratiwi untuk menemukan mineral bernama Zeolith Omega yang dapat menjadi solusi untuk krisis air bersih di Bumi dan bertemu dengan ayah Pelangi (diperankan Rio Dewanto).
Film "Pelangi di Mars" dijadwalkan tayang di seluruh bioskop pada momen Lebaran 2026 mendatang, tepatnya pada 18 Maret mendatang.
Baca juga: Pembuat film kembangkan dunia "Pelangi di Mars" di platform Roblox
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































