Mandailing Natal, Sumut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, berupaya untuk merelokasi sebanyak 464 rumah warga yang menjadi langganan banjir di beberapa titik daerah tersebut.
"Kami mengusulkan untuk relokasi terpusat sebanyak 464 rumah," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal, Muksin Nasution di Mandailing Natal, Jumat.
Menurut dia, untuk bencana alam di Kabupaten Mandailing Natal pada saat bencana Hidrometeorologi yang menerjang beberapa daerah di Sumatera Utara pada akhir November 2025 rerata yaitu banjir dengan ketinggian lebih dari 2 meter.
Ia memastikan bahwa tidak ada rumah warga yang rusak parah akibat bencana alam tersebut, namun pemerintah mengusulkan untuk merelokasi sejumlah rumah di beberapa desa yang menjadi langganan banjir.
"Kalau saat ini semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Karena dampaknya tidak terlalu parah," ujarnya.
BPBD Kabupaten Mandailing Natal mengusulkan untuk merelokasi terpusat desa yang menjadi langganan banjir, seperti Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Desa Hutarimbaru, Desa Ranto Panjang, Desa Lubuk Kapundung 1, Kecamatan Muara Batanggadis. Kemudian Desa Batahan III, Kecamatan Batahan, Dusun Koto Puat, Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan.
Secara keseluruhan, kata Muksin, terdapat 464 rumah direncanakan direlokasi terpusat sedangkan 15 rumah akan relokasi mandiri.
Baca juga: BPBD: Akses transportasi penghubung Mandailing Natal-Tapanuli terputus
Baca juga: Gubernur Sumut motivasi masyarakat Tapteng tiga kali terdampak banjir
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































