Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengerahkan 280 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mempercepat pembangunan hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan 280 ASN itu berasal dari 28 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Agam.
"Setiap OPD mengutus sebanyak 10 orang dan ASN kita kerahkan semenjak Rabu (21/1) sampai Jumat (23/1)," katanya.
Ia mengatakan ASN yang diturunkan untuk membantu agar proses pembangunan hunian sementara cepat selesai.
Untuk itu, dilakukan kolaborasi dengan TNI bagaimana hunian sementara tersebut bisa segera diselesaikan dan masyarakat bisa pindah secepatnya.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turun membantu apa yang bisa dilakukan mulai dari pembersihan hunian sementara, memasang dinding, teras dan lainnya.
"Alhamdulillah kita bersama dengan TNI bersama-sama dalam percepatan pembangunan hunian sementara ini. Kita mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, Basarnas dan relawan lainnya yang telah membantu dari awal terjadinya bencana sampai sekarang," katanya.
Ia mengakui progres pembangunan hunian sementara sudah mulai bagus dan diharapkan bisa selesai, Jumat (23/1).
Rencananya hunian sementara bakal diresmikan, Sabtu (24/1). Hunian sementara itu berada sekitar 36 kilometer dari ibukota Kabupaten Agam Lubuk Basung arah perbatasan dengan Kabupaten Pasaman.
Peresmian pemakaian hunian sementara bakal dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan sebanyak 117 unit yang terbagi dalam 25 barak.
Hunian sementara itu diperuntukkan bagi korban bencana banjir bandang melanda Kecamatan Palembayan, akibat rumahnya rusak berat dan berada di daerah zona merah.
"Hunian sementara untuk 117 kepala keluarga yang saat ini masih mengungsi di ruang SDN 05 Kayu Pasak dan rumah keluarganya," katanya.
Banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Agam, Kamis (27/11). mengakibatkan warga meninggal dunia 166 orang, hilang 36 orang, rumah rusak 2.284 unit, sekolah terdampak 121 unit dan fasilitas lainnya.
Kerugian dampak bencana melanda 16 kecamatan tersebut sekitar Rp6,51 triliun.
Baca juga: Huntara untuk pengungsi Aceh Tamiang tertata rapi dan bersih
Baca juga: Kementerian PU percepat penanganan pasca bencana Aceh secara terpadu
Baca juga: Penyintas banjir Sumbar antusias segera tempati huntara Danantara
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































