Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menyalurkan bantuan masa panik kepada korban banjir di sejumlah kecamatan di kabupaten tersebut yang terdampak bencana alam.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Selatan Diva Samudera Putra, di Aceh Selatan, Jumat, mengatakan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan terjadi sejak Senin (24/11).
"Banjir karena hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Selatan lumpuh. Masyarakat tidak dapat beraktivitas," kata Diva Samudera Putra.
Adapun bantuan yang disalurkan yakni kebutuhan pokok untuk masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Kota Bahagia dan beberapa kecamatan lainnya.
Ia mengatakan bantuan masa panik untuk korban banjir disalurkan guna meringankan beban masyarakat yang sedang terdampak bencana alam tersebut.
Baca juga: BNPB gelar operasi modifikasi cuaca di Aceh, Sumut, Sumbar
"Bantuan masa panik disalurkan sebagai wujud kehadiran pemerintah daerah kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah bencana alam," kata Diva Samudra Putra.
Ia mengharapkan bantuan masa panik tersebut bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Aceh Selatan yang terdampak banjir. Serta meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah banjir
Diva Samudera Putra mengajak masyarakat bersabar dalam menghadapi cobaan tersebut. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, termasuk dalam kondisi kebencanaan.
Pemkab Aceh Selatan, kata dia, terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis guna memperbaiki sejumlah sarana yang rusak akibat bencana alam tersebut.
Baca juga: Kapolda kerahkan 855 personel BKO bantu penanganan bencana Aceh
"Pemkab Aceh Selatan juga sudah mengeluarkan status tanggap darurat. Pemerintah daerah juga terus berupaya mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," kata Diva Samudera Putra.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































