Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memastikan ketersediaan dan pemerataan perbekalan kesehatan, termasuk instrumen dan bahan habis pakai, agar layanan kesehatan gigi dapat diakses tidak hanya di kota besar tetapi juga hingga fasilitas kesehatan di daerah terpencil.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia di Jakarta, Jumat, menegaskan pemerataan perbekalan kesehatan menjadi langkah penting mengingat tingginya beban masalah gigi di masyarakat.
"Utamanya di puskesmas-puskesmas. Kita akan mempermudah distribusi alat kesehatan sampai ke puskesmas karena justru deteksi dini ada di puskesmas sebagai bagian dari tindakan preventif," katanya.
“Hingga 57 persen penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dalam satu tahun terakhir, sementara kita masih kekurangan lebih dari 2.700 dokter gigi di tingkat puskesmas,” ujarnya menambahkan.
Ia menyebut penyakit gigi sebagai salah satu masalah kesehatan terbesar, terutama pada kelompok lansia yang mencapai 59,4 persen.
Komitmen pemerintah itu disampaikan Lucia pada pembukaan Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) 2025 di Jakarta, forum yang mempertemukan profesi, akademisi, industri, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat ketahanan layanan kesehatan gigi nasional.
Baca juga: Cara mendiagnosis sakit gigi dan waktu yang tepat periksa ke dokter
Ketua IDEC 2025, Dr. drg. Himawan Halim, DMD, Sp.Ort., FICD mengatakan tahun ini forum mengangkat tema “Transformation of Dental Health Resiliency” yang menyoroti kebutuhan Indonesia memperkuat layanan kesehatan gigi di tengah percepatan perkembangan teknologi.
“Teknologi seperti kecerdasan buatan dan perawatan minimal invasif kini menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.
Himawan menekankan perlunya sinergi antara tenaga kesehatan, akademisi, industri, dan pemerintah untuk memastikan teknologi baru dapat diadopsi secara tepat.
IDEC 2025 menghadirkan 250 perusahaan dari 11 negara, termasuk China, Italia, dan Korea. Sekitar separuh peserta merupakan perusahaan internasional, menandakan tingginya minat global terhadap pasar kesehatan gigi Indonesia.
Produk yang ditampilkan meliputi peralatan klinis digital, sistem pencitraan berbasis kecerdasan buatan, dan perangkat perawatan berstandar internasional.
Melalui rangkaian pameran teknologi, forum ilmiah, dan kolaborasi industri, IDEC 2025 diharapkan dapat memperkuat ketahanan layanan kesehatan gigi nasional serta mendorong peningkatan kualitas praktik, riset, dan inovasi di masa mendatang.
Baca juga: Apa itu sakit gigi? Ini pengertian dan cara efektif mencegahnya
Baca juga: Kenali gangguan kesehatan lain yang ditandai sakit gigi
Pewarta: Ida Nurcahyani/Anindi Berliana
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































