Pemerintah mulai rehabilitasi-tanam sawah terdampak bencana Sumatera

3 weeks ago 6
Hari ini saatnya kita rehabilitasi sawah, irigasi, dan seterusnya. Kami lihat laporan total kerusakan kurang lebih total ketiga provinsi kurang lebih 100 ribu hektare..,

Aceh Utara, Aceh (ANTARA) - Kementerian Pertanian mulai merehabilitasi dan menanam kembali sawah terdampak banjir serta longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, guna memulihkan produksi pangan, menjaga pendapatan petani, dan memastikan musim tanam berjalan normal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemulihan sawah menjadi tanggung jawab pemerintah dengan perhatian penuh sejak bencana terjadi demi memastikan respons cepat dan keberlanjutan bantuan bagi masyarakat terdampak.

"Hari ini saatnya kita rehabilitasi sawah, irigasi, dan seterusnya. Kami lihat laporan total kerusakan kurang lebih total ketiga provinsi kurang lebih 100 ribu hektare. Insya Allah kita kerjakan mulai yang ringan, sedang, baru terakhir yang berat," kata Mentan dalam peninjauan rehabilitasi sawah yang dipusatkan di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Kamis.

Pemerintah kini memasuki tahap rehabilitasi sawah, irigasi, dan sarana pendukung, dengan total kerusakan sekitar 100 ribu hektare di tiga provinsi, diprioritaskan dari kategori ringan hingga berat.

Baca juga: Mentan tinjau langsung proses pemulihan sawah terdampak di Aceh

Amran menyebutkan, sekitar 90–95 persen lahan terdampak ringan dan sedang ditargetkan segera dipulihkan, disertai bantuan benih gratis agar petani dapat kembali menanam tepat waktu.

Suasana rehabilitasi dan tanam padi di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Harianto

Program rehabilitasi dilakukan melalui padat karya, melibatkan langsung petani pemilik lahan, dengan upah harian dibayar pemerintah pusat untuk menciptakan lapangan kerja lokal.

"Di sini kami hitung tadi ada kurang lebih 10 ribu hektare (sawah terdampak). Ini membutuhkan HOK, Hari Orang Kerja, kurang lebih 200 ribu. Dan itu digaji harian. Jadi mengerjakan lahannya sendiri," ucapnya.

Sebagai keseriusan pemerintah, Amran menugaskan pejabat teknis dan direktorat terkait untuk siaga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, memastikan pendampingan berkelanjutan hingga rehabilitasi tuntas.

Baca juga: Kementan ajukan tambahan Rp5,1 triliun pulihkan pertanian Sumatera

Dia bercerita sejak bencana terjadi, jajaran Kementerian Pertanian segera bergerak menggalang solidaritas internal, menghimpun sedekah pegawai dan mitra sebagai wujud kepedulian terhadap Aceh dan wilayah terdampak lainnya.

Dari gerakan Kementan Peduli, terkumpul bantuan sekitar Rp75 miliar yang bersumber dari gaji dan sedekah pegawai, termasuk dukungan pimpinan dan mitra, sebagai bentuk empati bersama.

Selain itu, bantuan pangan dikirim sebagai tugas Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) atas perintah Presiden Prabowo Subianto sebagai tanggung jawab negara dalam kondisi darurat kemanusiaan.

Amran menyebut bantuan melalui Bapanas mencakup 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng untuk tiga provinsi mulai Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Yang mana alokasi hampir separuh ke Aceh melalui kapal laut dan pesawat Hercules karena sebagai wilayah paling terdampak bencana.

Baca juga: Prabowo: Tim pertanian contoh kerja pemerintah yang membanggakan

Distribusi bantuan didukung TNI, Polri, dan Kejaksaan, menggunakan armada laut dan udara, serta diterima pemerintah daerah guna mempercepat penyaluran kepada masyarakat terdampak.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri), Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto (tengah) meninjau langsung pemulihan tahap awal sawah terdampak banjir dan longsor di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Harianto

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, sawah terdampak bencana di wilayah Aceh secara keseluruhan mencapai 54.233 hektare tersebar di 21 kabupaten/kota dengan rincian kategori ringan 23.893 hektare, sedang 8.759 hektare, berat 21.851 hektare.

Sementara di Sumatera Utara sawah terdampak mencapai 37.318 hektare dengan rincian kategori ringan 22.274 hektare, sedang 10.690 hektare, berat 4.354 hektare.

Sedangkan di Sumatera Barat total sawah terdampak 6.451 hektare dengan rincian kategori ringan 2.802 hektare, sedang 822 hektare, dan berat 2.827 hektare.

Baca juga: Kementan siapkan Rp5 triliun atasi sawah terdampak bencana Sumatera

Untuk tahap awal rehabilitasi dilakukan seluas 13.707 hektare tersebar di Aceh 6.530 hektare, Sumatera Utara 6.593 hektare, dan Sumatera Barat 3.624 hektare.

Dalam rehabilitasi dan penanaman tahap awal Kementerian Pertanian menerjunkan alat mesin 43 unit alat mesin pertanian mulai traktor hingga pesawat tanpa awak (drone), 836 bibit padi, dan 200 ton pupuk urea.

Diketahui, dalam kunjungannya Amran turut didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, bersama Anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan penjabat lainnya.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |