Pemerintah kaji riset sawit berkelanjutan kolaborasi kampus-industri

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mengkaji potensi kolaborasi perguruan tinggi dan industri dalam penguatan ekosistem riset dan hilirisasi sawit berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Kamis menekankan bahwa perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai penghasil lulusan dan publikasi ilmiah, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi nasional.

Oleh karena itu, penguatan kapasitas laboratorium, pusat riset tematik, serta jejaring kolaborasi dengan industri menjadi prioritas dalam membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi.

"Perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus menghasilkan inovasi yang berdampak dan terhilirisasi. Kalau ini bisa kita perhatikan dengan lebih presisi dan tervalidasi, akan sangat baik," katanya.

Menteri Brian juga menyampaikan bahwa kolaborasi strategis antara kampus dan dunia usaha merupakan kunci percepatan hilirisasi hasil riset.

Baca juga: Pakar IPB: Tata kelola berkelanjutan minimalkan risiko kebun sawit

Perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada tahap purwarupa, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial secara nyata.

Menurut Brian, kerja sama riset terapan yang melibatkan akademisi, peneliti, dan pelaku industri dapat diarahkan pada pengembangan teknologi budidaya yang lebih efisien, sistem pengolahan berbasis inovasi, serta model pengelolaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.

Ia menerangkan kolaborasi ini direncanakan dapat menggunakan skema emisi rendah dan menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, sebagai ciri pengelolaan kebun yang akan dikerjakan.

"Tingkat produktivitas kita cenderung rendah dibandingkan negara lain. Banyak peluang yang bisa kita perbaiki. Kita ingin kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah diperkuat agar riset tidak berhenti di laboratorium," jelas Menteri Brian.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi pembelajaran dengan kebutuhan industri. Pendekatan multidisipliner dinilai krusial dalam menjawab kompleksitas isu sawit, yang mencakup dimensi agronomi, teknologi, lingkungan, ekonomi, hingga kebijakan publik.

Melalui langkah-langkah tersebut, Brian menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak.

Sinergi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing sektor sawit, tetapi juga menjadi model pengembangan riset dan inovasi nasional yang berkelanjutan.

Baca juga: BPDP optimalkan teknologi untuk wujudkan industri sawit berkelanjutan

Baca juga: DMSI: Pembaruan teknologi penting agar industri sawit berkelanjutan

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |