Guangzhou (ANTARA) - Di ajang Canton Fair ke-138 yang sedang berlangsung, dua pembeli muda dari Uni Emirat Arab (UEA), Azhar Sajan dan Sahil Sajan, dengan bangga membawa kartu nama mereka yang telah mereka simpan selama 11 tahun, masing-masing disematkan foto masa kecil mereka.
Sudah 14 tahun sejak ayah mereka, Anis Askerali Sajan, pertama kali memperkenalkan mereka ke pameran tersebut.
"Pengalaman lebih berharga daripada pengetahuan. Saya membawa putra-putra saya ke sini untuk mengajari mereka cara berinteraksi dengan orang lain. Sekarang mereka cukup percaya diri untuk memasuki stan mana pun, bernegosiasi harga, hingga berkunjung ke pabrik seorang diri," ujar Anis.
Anis, Wakil Ketua Danube Group, perusahaan bahan bangunan dan real estat terkemuka di UEA, pertama kali menghadiri Canton Fair, yang secara resmi dikenal sebagai Pameran Impor dan Ekspor China (China Import and Export Fair/CIEF) pada 2000.
Selama 25 tahun, Anis telah menyaksikan pameran tersebut berkembang menjadi platform yang lebih besar dan lebih canggih. Sementara, perusahaannya sendiri tumbuh dari pengimpor kecil menjadi grup usaha yang berpengaruh.
"Canton Fair merupakan platform untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Ada begitu banyak pemasok yang memamerkan berbagai produk di sini. Ini seperti tambang emas. Terserah Anda mengidentifikasinya sebagai apa," kata Anis.
Tahun ini, Anis menaruh fokus penuh pada kolam renang besar tanpa batas atau infinity pool yang dirancang untuk proyek real estat di Timur Tengah.
"Saya pria yang punya tujuan jelas," ujarnya, seraya menambahkan bahwa cukup baginya untuk mengembangkan dua atau tiga hal baru selama lima harinya di China.
Ia mengapresiasi struktur tiga fase pameran itu, dengan masing-masing fase didedikasikan untuk sektor tertentu. Anis paling sering menghadiri fase kedua, yang berfokus pada bahan bangunan dan produk sanitasi. Sementara itu, putra sulungnya mengeksplorasi produk-produk pencahayaan dan perangkat keras di fase pertama pameran, dan putra bungsunya berfokus pada furnitur di fase ketiga.
Meskipun harus menempuh penerbangan panjang dari Dubai ke Guangzhou setiap enam bulan, Anis mengaku tidak pernah merasa lelah.
"Energi di pameran ini begitu menular. Saat Anda melewati stan-stan, para pemasok menyambut Anda dengan senyuman hangat. Keramahan itulah yang membedakan pameran ini. Saya belum pernah melihat energi seperti ini di tempat lain di dunia. China merupakan tempat terbaik untuk berbisnis dan membangun persahabatan," ujarnya.
Ketika memulai bisnisnya 25 tahun lalu, Anis berfokus terutama pada produk-produk berbiaya rendah. Namun, ia segera menyadari bahwa kesuksesan jangka panjang bergantung pada kualitas. Canton Fair, yang menawarkan beragam produk China berkualitas tinggi yang terus bertambah, menjadi salah satu pusat sumber daya utamanya.
"Saya mulai bermitra dengan merek-merek besar China. Produk semprotan jet kecil membuka jalan bagi produk lain, termasuk shower, keran, produk toilet, sekaligus membantu membangun reputasi perusahaan kami," kenangnya.
Selama pameran, Anis terus mengikuti tren industri. "Saya sudah berkecimpung di bisnis real estat selama lebih dari 20 tahun. Semua material ini, baja, kayu lapis, lampu, dan bahan bangunan, berasal dari China. Bagaimana industri konstruksi bisa bertahan tanpa produk China?"
Sambil membawa telepon pintar lipat tiga buatan perusahaan China, Anis tersenyum saat merangkum pandangannya dalam enam kata, "Anda mendapatkan apa yang Anda bayar."
"China menyediakan produk berkualitas tinggi. Ponsel ini contohnya. Anggapan lama bahwa barang China murahan itu salah. Mereka membuat produk terbaik dengan harga terjangkau," tuturnya.
Bagi Anis, hubungan bisnis kerap melampaui sekadar transaksi. Ia bahkan sedang mempertimbangkan untuk membeli rumah di Guangzhou, salah satunya karena sekretarisnya yang telah lama bekerja bersamanya, Nona Zou, berasal dari kota itu.
"Dia mengabdikan hati dan jiwanya untuk perusahaan. Banyak orang berpikir bisnis hanya tentang untung rugi, tetapi anda juga bisa membangun hubungan yang langgeng. Dia seperti keluarga bagi kami setelah 20 tahun bekerja sama," ujar Anis.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































